Sidang Perdana Pemakzulan Trump, Demokrat dan Republik Bentrok Aturan

Dokumen Pemakzulan Presiden Donald Trump - voi.idDokumen Pemakzulan Presiden Donald Trump - voi.id

WASHINGTON – ‘Kick off’ debat di Senat AS mengenai pemakzulan resmi digelar pada Selasa (21/1) waktu setempat di Gedung Capitol, Washington DC. Namun, dalam sidang perdana, Demokrat langsung mengajukan protes, menuduh kubu Republik mencoba untuk mempercepat proses dengan jadwal yang ‘dikompresi tidak masuk akal’, menyembunyikan saksi-saksi penting dan sejumlah bukti penyelidikan.

Dilansir dari Deutsche Welle. pemimpin mayoritas Senat, Mitch McConnell, memberikan waktu kepada jaksa Demokrat dan pengacara Trump masing-masing 24 jam selama dua hari untuk menyampaikan argumen mereka. Namun, menyusul protes oleh senator dari kedua belah pihak, McConnell tiba-tiba mengubah usulnya untuk memasukkan hari ketiga untuk membuka argumen.

Ketua DPR AS, Nancy Pelosi, menyebut jadwal itu ‘dikompres secara tidak masuk akal’ dan mengatakan setiap senator yang memilihnya tidak bermaksud untuk ‘benar-benar mempertimbangkan bukti yang memberatkan’ Trump. Sementara, pemimpin minoritas Senat dari Demokrat, Chuck Schumer, telah mengecam rencana McConnell, menyebutnya sebagai ‘aib nasional’. “McConnell terburu-buru dalam persidangan dan ‘sangat ingin’ mempersulit saksi dan dokumen untuk dipresentasikan,” katanya.

Setelah argumen pembukaan, para senator akan diizinkan hingga 16 jam untuk mengajukan pertanyaan kepada jaksa dan pembela, diikuti dengan empat jam debat. Kubu Demokrat telah meminta pemungutan suara ini dilakukan sebelum argumen pembukaan, dan mengatakan Partai Republik menggunakan taktik penundaan untuk mencegah saksi bersaksi.

Kubu Demokrat ingin kesaksian pada kunci pemerintahan Trump diterima sebagai catatan. Jaksa penuntut dari Demokrat percaya bahwa saksi seperti kepala staf Gedung Putih, Mick Mulvaney, dan mantan penasihat nasional, John Bolton, memiliki informasi penting tentang Trump dengan Ukraina.

Ada 100 senator di Senat AS. Partai Republik memegang mayoritas dengan 53 senator, dan mayoritas itu berarti bahwa empat senator Republik harus bergabung dengan Demokrat untuk memecahkan ‘angka ajaib’ dari 51 suara yang diperlukan untuk menyepakati masalah prosedural kritis, seperti kesaksian saksi dan penyerahan bukti tambahan dari penyelidik.

Partai Demokrat memakzulkan Trump pada bulan lalu atas dua tuduhan. Tuduhan pertama adalah penyalahgunaan kekuasaan dengan menahan bantuan militer AS ke Ukraina dalam kampanye yang membuat membantunya memenangkan pemilu 2020, dan yang kedua adalah menghalangi Kongres dengan menolak bekerja sama dengan penyelidikan .

Sidang pemakzulan masih akan berlangsung panjang, berlanjut enam hari seminggu, Senin hingga Sabtu. Dalam hasil secepat mungkin, Senat dapat memilih untuk menghukum atau membebaskan Trump pada akhir Januari. Mayoritas dua pertiga di Senat diharuskan untuk menghukum, dan akhirnya menghapus jabatan Presiden Trump. Namun, pembebasan Trump hampir pasti karena mayoritas Republik adalah 53 berbanding 47 di Senat.

Loading...