Demo George Floyd KO Dolar, Rupiah Ditutup Menguat Tajam

Rupiah - globalaktual.comRupiah - globalaktual.com

JAKARTA – praktis tidak mengalami hambatan berarti untuk melaju mulus hingga Rabu (3/6) sore, memanfaatkan pelemahan greenback terhadap sebagian besar mata uang akibat aksi demo di negara tersebut. Menurut laporan Index pada pukul 14.55 WIB, mata uang Garuda ditutup menguat tajam 320 poin atau 2,22% ke level Rp14.095 per dolar AS.

Sementara itu, siang tadi menetapkan kurs tengah atau referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) di posisi Rp14.245 per dolar AS, melonjak 257 poin atau 1,77% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.502 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia juga mampu mengungguli greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 1,45% dialami rupiah.

Disalin dari Bisnis, rupiah terapresiasi ke kisaran level terkuatnya dalam sekitar tiga bulan, ditopang oleh sentimen penjualan obligasi dan optimisme seputar pembukaan kembali kegiatan . Kementerian Keuangan menerima penawaran senilai Rp103,62 triliun untuk penjualan obligasi sebesar Rp24 triliun dalam lelang pada Selasa (2/6), tertinggi menurut data resmi yang dihimpun oleh Bloomberg.

Selain itu, menurut Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra, penguatan juga ditopang kerusuhan demo di AS dalam sepekan terakhir yang berpotensi mengganggu perekonomian Negeri Paman Sam sehingga melemahkan greenback. pun merespon rencana pelonggaran lockdown untuk menggerakkan roda di beberapa negara, termasuk Indonesia yang segera menerapkan kebijakan normal baru.

Indeks dolar AS memang terpantau turun terhadap sebagian besar mata uang Asia pada hari Rabu karena prospek lebih banyak stimulus pemerintah dan pemulihan ekonomi global membuat para berani meningkatkan kepemilikan aset berisiko. Mata uang Paman Sam melemah 0,249 poin atau 0,25% ke level 97,424 pada pukul 12.05 WIB.

Seperti dikutip dari Reuters, greenback bergerak lebih rendah terhadap mata uang safe haven karena kekhawatiran tentang dampak ekonomi meluas dari protes di negara tersebut. Departemen Pertahanan AS telah memindahkan sekitar 1.600 pasukan Angkatan Darat ke wilayah Washington, sedangkan Presiden AS, Donald Trump, mengancam akan menggunakan kekuatan untuk memadamkan protes yang dipicu rasisme dan kebrutalan polisi.

Loading...