Demi Keselamatan Penumpang, Pemeriksaan Keaslian Software Laptop Dilakukan di Bandara Internasional

pemeriksaan, keaslian, software, laptop, OS, windows, barang, elektronik, penumpang, keselamatan, keamanan, antisipasi, teroris, indonesia, soekarno, hatta, bandara, internasional, jerman, frankfurt, diPemeriksaan laptop oleh seorang teknisi

Beberapa hari lalu, sedang menjadi bahan perbincangan karena adanya tindakan deportasi terhadap warga Tunisia yang diduga berkaitan dengan Osama bin Laden. Tindakan itu memancing reaksi, ada yang menolak, ada pula yang setuju. Pihak yang setuju biasanya dikarenakan alasan keamanan, sedangkan pihak yang tidak setuju menganggap bahwa warga Tunisia itu belum ada jaminan ia akan aman kembali ke negaranya.

Sebelum masuk ke Jerman, di () Frankfurt, Anda akan mengikuti pemeriksaan. Walaupun dibuat dengan yang cukup ketat, namun ada saja orang yang berani menerobos masuk tanpa menyelesaikan pemeriksaan keamanan.

Walaupun kejadian terjadi di tahun 2016, tetapi hal itu bisa dijadikan pelajaran. Akibat dari tindakan seseorang menerobos terminal kedatangan sebelum selesai diperiksa, seluruh penumpang pada saat itu harus dievakuasi dari gedung terminal kedatangan. Para penumpang kemudian harus menjalani pemeriksaan keamanan kembali.

Juru kepolisian setempat menuturkan bahwa penumpang yang melanggar pemeriksaan itu diketahui keberadaannya. Identitasnya juga belum jelas. Namun, pihak kepolisian menegaskan bahwa penumpang itu dengan sengaja melanggar pemeriksaan keamanan. Meskipun belum diketahui apakah penumpang itu membawa barang berbahaya yang dilarang otoritas setempat atau tidak.

Di Bandara Frankfurt, salah satu hal yang mungkin saja diperiksa adalah originalitas Windows laptop yang Anda bawa. Tetapi, ada beberapa dari penumpang yang tidak diperiksa keaslian Windows yang digunakan. Seperti yang dialami oleh Anugrah Kuantanu yang menyatakan bahwa dirinya belum pernah dicek keaslian Windows laptopnya.

“Kalau diperiksa, saya tidak pernah. Hanya saja kalau digunakan untuk , sebaiknya instal OS asli saja, atau pakai Linux, karena rugi kalau di Jerman pakai bajakan. Hal itu karena ada beberapa free software dari universitas (uni) yang pada saat instal harus memakai Windows asli. Salah satu free softwarenya adalah Microsoft Office versi student,” jelas Anugrah.

Tetapi, ada pula yang merasakan pemeriksaan keamanan hingga penggunaan Windows asli. Seperti yang dialami oleh Natasha Panjaitan. “Saya pernah dicek di Frankfurt. Pada saat itu berangkat dari Frankfurt menuju Indonesia. Pada waktu di bandara, petugas meminta suami saya untuk ikut dengan mereka. Laptop sudah ada di tangan petugas. Lalu kami ke ruang periksa, diminta untuk menyalakan laptop. Kemudian, petugas menggunakan alat untuk mengecek keyboardnya. Setelah selesai pemeriksaan, laptop dikembalikan,” ujar Natasha.

Pemeriksaan mengenai software laptop di bandara tidak hanya terjadi di Jerman, juga di Indonesia. Di Bandara Soekarno-Hatta sejak tahun 2008 sudah memberlakukan pemeriksaan keaslian OS dan Windows yang ada di laptop penumpang.

Menurut Kepala Divisi Sistem Informasi Bandara Soetta, Bambang Ciptahadi mengatakan, “Pemeriksaan software tersebut sebenarnya diberlakukan di semua instansi dan salah satunya bandara internasional. Kami memang memberlakukan ini mengingat banyak software tak berlisensi yang diduplikasi di Indonesia,” ujar Bambang.

Sementara itu, Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara Kalimarau, Bambang Hartanto mengatakan, “Pemeriksaan barang elektronik seperti laptop yang dibawa penumpang dilakukan demi keamanan dan keselamatan penumpang dan untuk barang elektronik lebih ke antisipasi ,” jelasnya.

Loading...