Delapan Negara Asia Rencanakan Bangun Mikrosatelit Pantau Bencana

Delapan negara Asia berencana membangun sebuah jaringan mikrosatelit yang bertujuan untuk memantau alam dan perkembangan lainnya di kawasan Asia. Nantinya, kerja sama ini akan melibatkan dua universitas terkenal dari , yaitu Hokkaido University dan Tohoku University.

Kedua universitas tersebut akan memimpin program itu dengan menciptakan hingga 50 mikrosatelit pada tahun 2020. Sementara, delapan negara yang berpartisipasi adalah Filipina, Vietnam, , Malaysia, , Bangladesh, Thailand, dan Mongolia.

Bagian satelit akan dirancang oleh sebuah tim, termasuk Hokkaido University, dan diproduksi di Jepang. Dua utusan dari Filipina juga turut menyumbang tenaga serta memberikan kontribusi sekitar 800 juta yen untuk ini.

Mikrosatelit itu nantinya akan berbentuk kubus dengan ukuran sekitar 50 cm dan berat 50 kg, atau 5% dari ukuran satelit tradisional. Pembuatan setiap unit mikrosatelit membutuhkan sekitar 300 juta yen atau 2,5 juta dolar AS. Rencananya, satelit ini akan diluncurkan menggunakan roket buatan Jepang dari International Space Station (Stasiun Luar Angkasa ).

Karena berukuran mikro, kemampuan satelit ini memang terbatas. Setiap negara peserta nantinya akan berperan serta dalam meluncurkan sejumlah perangkat ke orbit antara 300 km hingga 500 km di atas permukaan bumi, kemudian berbagi data. Sekitar 25 unit satelit digunakan untuk memantau seluruh kondisi di Asia, termasuk memotret kondisi setelah banjir dan bencana alam lainnya, sehingga lebih mempercepat upaya pemulihan pascabencana.

Sebagai langkah awal, prototipe satelit tersebut rencananya akan diluncurkan pada musim panas tahun ini dari Stasiun Luar Angkasa Internasional dengan menggunakan modul percobaan dari Jepang yang dikenal sebagai Kibo. Setiap unit satelit akan dilengkapi dengan kamera yang mampu memotret permukaan bumi dengan resolusi 3 meter hingga 5 meter.

Proyek ini memang menjadi kesempatan bagi negara-negara di kawasan Asia untuk belajar mengenai dengan negara maju seperti Jepang. Di sisi lain, perusahaan di Jepang juga bisa memanfaatkan proyek ini untuk perkembangan bisnis mereka di masa depan, terutama promosi modul Kibo.

Loading...