Defisit Neraca Dagang AS Menyusut, Rupiah Bergerak di Zona Merah

Rupiah - www.harnas.coRupiah - www.harnas.co

Jakarta – Kurs dibuka melemah 8,8 poin atau 0,06 persen ke posisi Rp 14.216,3 per AS di awal pagi hari ini, Kamis (28/3). Kemarin, Rabu (27/3), Garuda berakhir terdepresiasi 35 poin atau 0,25 persen ke level Rp 14.208 per USD.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sekeranjang mata uang utama terpantau menguat. Pada akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB, indeks dolar AS terpantau naik 0,04 persen menjadi 96,7812 lantaran para pelaku masih mencermati data defisit perdagangan terbaru, demikian seperti dilansir Xinhua melalui iNews.

Menurut data dari Departemen Perdagangan Amerika Serikat, defisit perdagangan AS menyusut jadi 51,1 miliar dolar AS pada Januari, ini merupakan penurunan paling tajam sejak Maret 2018 lalu. Kemudian angka ekspor naik menjadi 207,3 miliar dolar AS, meningkat 1,9 miliar dolar AS dari bulan Desember. Sedangkan impor turun jadi 258,5 miliar dolar AS, lebih rendah 6,8 miliar dolar AS dari bulan sebelumnya. Angka defisit pada Desember direvisi menjadi 59,9 miliar dolar AS. Menurut ekonom yang disurvei oleh MarketWatch, memperkirakan bahwa angka defisit Januari berada di 57,7 miliar dolar AS.

Menurut Ekonom Bank Permata Josua Pardede, indeks dolar AS semakin perkasa usai the Greenback menguat dan menekan gerak rupiah. “Tekanan bertambah setelah bank sentral Selandia Baru membuat pernyataan dovish,” ungkap Josua, seperti dilansir Kontan.

Sebagai , kemarin Reserve Bank of New Zealand menahan acuannya di level 1,75 persen. Bank sentral Selandia Baru ini mengungkapkan bahwa arah ke depannya akan cenderung turun.

Direktur Garuda Berjangka Ibrahim menambahkan jika para pelaku pasar saat ini juga masih menantikan lelang Amerika Serikat. Nantinya hal itu pula yang akan menjadi acuan yield di pasar sekunder. Ibrahim pun memperkirakan jika hari ini rupiah berpotensi untuk melanjutkan pelemahannya dan bergerak di rentang angka Rp 14.180 hingga Rp 14.202 per dolar AS.

Loading...