Defisit Anggaran AS Bebani Dolar, Rupiah Justru Berakhir Loyo

Rupiah Melemah - www.inews.id

harus menutup Senin (19/2) ini di zona merah, justru ketika laju AS terbebani sejumlah sentimen negatif, termasuk belanja Paman Sam yang melebar. Menurut laporan Index pukul 15.59 WIB, Garuda mengakhiri transaksi dengan pelemahan sebesar 36 poin atau 0,27% ke level Rp13.560 per dolar AS.

Sementara itu, siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp13.541 per dolar AS, menguat 29 poin atau 0,21% dari perdagangan sebelumnya di level Rp13.570 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia tidak berdaya versus greenback, dengan pelemahan terdalam sebesar 0,47% menghampiri rupee India, disusul won Korea Selatan yang turun 0,44%.

Dari , indeks dolar AS sebenarnya bergerak merah pada perdagangan Senin ini, karena terbebani sejumlah sentimen negatif, termasuk kekhawatiran mengenai defisit anggaran dan perdagangan AS yang melebar. Mata uang Paman Sam terpantau melandai 0,033 poin atau 0,04% ke level 89,067 pada pukul 11.16 WIB, setelah sebelumnya ditutup menguat 0,507 poin atau 0,57% ke posisi 89,100 pada transaksi Jumat (19/2) kemarin.

Dikutip dari Reuters, optimisme terhadap greenback digoncang meningkatnya kekhawatiran seputar defisit anggaran AS yang diproyeksikan membengkak menjadi 1 triliun dolar AS pada tahun 2019, di tengah pengeluaran belanja pemerintah dan besarnya pemangkasan pajak perusahaan. Kekhawatiran lainnya adalah Washington yang berpotensi mengincar strategi greenback yang lemah serta pengikisan keuntungan imbal hasil karena negara-negara lain mulai mengurangi kebijakan pelonggaran moneter.

“Kekhawatiran dan kekhawatiran tentang defisit fiskal dan perdagangan AS berpotensi membuat greenback lemah,” kata ahli strategi senior Brown Brothers Harriman di Tokyo, Masashi Murata. “Selain mata uang utama seperti yen dan pound sterling, sebagian besar tekanan jual pada dolar AS diperkirakan berasal dari mata uang yang menikmati imbal hasil tinggi atau didukung oleh surplus neraca saat ini.”

Jika dolar AS masih relatif loyo, sebaliknya dengan mata uang euro yang perlahan naik 0,14% menuju level 1,2423 dolar AS pada pukul 10.55 WIB. Saat ini, fokus pasar internasional tertuju pada pengumuman sejumlah indikator di Benua Biru, termasuk indeks manajer pembelian zona Eropa dan produk domestik bruto (PDB) Jerman.

Loading...