Debat Capres AS Tuntas, Rupiah Berakhir Stagnan

Rupiah - www.harnas.coRupiah - www.harnas.co

JAKARTA – Sempat terhuyung ke zona merah, akhirnya menutup perdagangan Jumat (23/10) sore di posisi yang sama seperti kemarin, ketika debat pamungkas presiden AS resmi berakhir menjelang pemilihan 3 November 2020. Menurut paparan Bloomberg Index pada pukul 14.59 WIB, Garuda berakhir stagnan di level Rp14.660 per AS.

Sementara itu, data yang diterbitkan Bank Indonesia pukul 10.00 WIB tadi menetapkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) berada di posisi Rp14.738 per dolar AS, terdepresiasi 41 poin atau 0,28% dari sebelumnya di level Rp14.697 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mata uang Asia bergerak , dengan kenaikan dialami dolar Taiwan dan yen , sedangkan pelemahan menghampiri won Korea Selatan, peso Filipina, dan ringgit Malaysia.

“Stimulus fiskal AS yang masih juga belum disepakati, memberikan sentimen negatif ke keuangan,” tutur Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra pagi tadi, seperti dikutip dari Antara. “Ini mendorong penguatan dolar AS terhadap utama dunia dan juga berpotensi menekan rupiah.”

Selain itu, faktor pendukung lainnya adalah klaim tunjangan pengangguran AS yang kembali turun menuju level terendah sejak 14 Maret 2020. Departemen Tenaga Kerja AS kemarin (22/10) melaporkan bahwa klaim tunjangan pengangguran turun menjadi 787.000 pada pekan yang berakhir 17 Oktober 2020. Total klaim pada satu pekan sebelumnya juga direvisi turun 56.000 dari sebelumnya.

Dari pasar , indeks dolar AS berbalik drop pada sore hari, setelah turun hampir satu sen terhadap euro dan mengalami penurunan mingguan terbesar terhadap yen dalam sebulan, ketika debat calon presiden AS yang terukur membuat investor dalam suasana hati-hati. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,09 poin atau 0,1% ke level 92,861 pada pukul 15.53 WIB.

Seperti diberitakan Reuters, greenback sebelumnya cenderung dilepas karena prospek stimulus telah mendukung mood investor. Kemenangan Joe Biden, yang diprediksi jajak pendapat, dipandang lebih mungkin mendorong pelemahan dolar AS karena ia diperkirakan akan membelanjakan lebih banyak untuk bantuan virus corona daripada Donald Trump. Namun, taruhan menunjukkan gerakan kecil mendukung Trump segera setelah debat, yang membuat mata uang tersebut sempat menguat.

Loading...