Data Tenaga Kerja AS Hantam Dolar, Rupiah Ditutup Melonjak 91 Poin

Seperti diprediksi sebelumnya, data nonfarm Agustus 2016 yang diumumkan memburuk menjadi angin segar bagi rupiah sepanjang perdagangan hari ini (5/9). Menurut Bloomberg Index pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda mampu menutup perdagangan awal pekan ini dengan penguatan sebesar 91 poin atau 0,69% ke level Rp13.156 per .

Penguatan rupiah sudah terjadi sejak awal dagang dengan naik 24 poin atau 0,18% ke level Rp13.223 per dolar AS. Kemudian, jeda siang, mata uang Garuda kembali menguat 39 poin atau 0,29% ke Rp13.208 per dolar AS. Jelang tutup dagang atau pukul 15.33 WIB, spot semakin terdongkrak dengan menguat 94 poin atau 0,71% ke posisi Rp13.153 per dolar AS.

Naiknya mata uang Garuda juga diwartakan oleh Yahoo Finance. Pada pukul 15.42 WIB, rupiah terpantau bergerak naik 101 poin atau 0,76% ke level Rp13.144 per dolar AS.

Indeks dolar AS memang cenderung bergerak melemah usai rilis pertumbuhan tenaga kerja AS pada Agustus mengecewakan. Pada Senin siang, the greenback terpantau melemah hingga 0,107 poin atau 0,11% ke level 95,737. Hal ini sekaligus semakin mengecilkan peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan bulan ini.

“Laporan nonfarm payroll untuk Agustus yang mengecewakan pada dasarnya mengurangi risiko atau menunda kenaikan Fed Funds Rate (FFR) pada September,” urai Ahli Strategi Mata Uang Senior Commonwealth Bank of Australia di Sidney, Elias Haddad. “Hal itu biasanya mendukung aset berisiko seperti mata uang yang memiliki imbal hasil tinggi.”

Penguatan rupiah terhadap dolar AS juga diikuti penguatan mayoritas mata uang lainnya. Penguatan paling tajam ditorehkan Korea Selatan dengan naik 0,82%, disusul dolar Taiwan yang melambung 0,46%, serta ringgit yang 0,33%.

Loading...