Data Ritel AS Memburuk, Rupiah Ditutup ‘Terbang’ 86 Poin

AS yang buruk serta optimisme terhadap keunggulan Hillary Clinton dalam debat Capres AS membuat dolar AS melemah sehingga mampu dimanfaatkan oleh . Menurut laporan Index pukul 15.59 WIB, Garuda menutup Selasa (27/9) ini dengan penguatan sebesar 86 poin atau 0,66% ke level Rp12.955 per dolar AS.

Rupiah mengawali perdagangan dengan penguatan tipis 11 poin atau 0,8% ke level Rp13.030 per dolar AS. Jeda siang, spot masih bertahan di zona hijau dengan melonjak 97 poin atau 0,74% ke posisi Rp12.994 per dolar AS. Jelang tutup dagang atau pukul 15.34 WIB, mata uang Garuda semakin jemawa dengan “terbang” 96 poin atau 0,74% ke level Rp12.945 per dolar AS.

Menurut Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA), David Sumual, penguatan cukup tajam yang dialami rupiah tidak lepas dari faktor regional. “Ini sebenarnya faktor regional. Rupiah salah satunya mengalami penguatan tertinggi selain won Korea Selatan,” ungkap David.

Memang, hingga Selasa siang, rupiah terpantau memimpin penguatan di Asia dengan 115 poin atai 0,88% ke Rp12.926 per dolar AS. Penguatan terbesar terhadap dolar AS selanjutnya dialami won Korea Selatan yang melambung 0,88%, disusul dolar Taiwan yang naik 0,69%, serta ringgit Malaysia yang melonjak 0,40%.

“Salah satu faktor penguatan mata uang negara-negara berkembang di kawasan Asia adalah rilis data perekonomian AS,” sambung David. “Data penjualan ritel dan perumahan AS yang dilaporkan mengalami penurunan membuat indeks dolar AS melemah.”

Data penjualan rumah baru di AS yang dirilis Senin (26/9) kemarin memang menunjukkan penjualan rumah baru di Agustus cuma 609.000 unit. Padahal sebelumnya, pada bulan Juli, penjualan rumah baru di Negeri Paman Sam mampu mencapai 659.000 unit.

Selain itu, ditambahkan David, debat Calon AS yang berlangsung Senin malam waktu setempat juga mendorong penguatan mata uang negara-negara emerging market. “ sudah melakukan perhitungan bahwa Hillary Clinton bakal lebih unggul dibandingkan sang rival, Donald Trump,” pungkas David.

Loading...