Data Penjualan Rumah AS Jeblok, Rupiah Asyik Melenggang ke Zona Hijau

Rupiah - www.republika.co.idRupiah - www.republika.co.id

Jakarta – Kurs rupiah dibuka menguat sebesar 38 poin atau 0,26 persen ke posisi Rp 14.437 per dolar AS di awal pagi hari ini, Kamis (26/7). Kemarin, Rabu (25/7), Garuda berakhir terapresiasi 70 poin atau 0,48 persen ke level Rp 14.475 per USD setelah diperdagangkan pada kisaran angka Rp 14.475 hingga Rp 14.525 per dolar AS.

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sejumlah mata uang utama terpantau melemah. Di akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB, indeks dolar AS turun 0,25 persen menjadi 94,377 lantaran rumah baru di Amerika Serikat dinilai tidak memenuhi target.

Departemen Perdagangan melaporkan bahwa data penjualan rumah baru keluarga tunggal di Amerika Serikat pada Juni 2018 mencapai angka 631 ribu unit. Pada tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman, perolehan tersebut gagal memenuhi prediksi dan mencapai tingkat terendah dalam 8 bulan.

Departemen Perdagangan menambahkan, angka tersebut 5,3 persen di bawah tingkat revisi Mei 2018 sebesar 666 ribu unit, namun lebih tinggi 2,4 persen dari perkiraan Juni 2017 sebesar 616 ribu unit. Kemudian jual median rumah baru yang terjual pada Juni 2018 mencapai 302.100 dolar AS, sedangkan jual rata-rata sebesar 363.300 dolar AS.

Para pelaku pasar saat ini juga masih mencermati pertemuan antara AS dan di Washington, seiring dengan Jean-Claude Juncker dari dijadwalkan bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu (25/7) sore waktu setempat.

Di sisi lain, rupiah kini terus menguat lantaran minat investor asing ke semakin membaik. Terutama BI juga telah mengenalkan Sertifikat Bank (SBI) tenor 9 bulan dan 12 bulan yang bisa dibeli asing di pasar sekunder dalam jangka waktu 7 hari ke depan.

Menurut Kepala Ekonom Bank Central (BCA) David Sumual, minat asing untuk berinvestasi di Indonesia semakin baik, terlihat dari jumlah penawaran di lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) mencapai Rp 9,88 triliun. “Net inflow sekitar Rp 11 triliun lebih sejak awal bulan,” ujar David, seperti dilansir Kontan.

Loading...