Data Pekerja AS Sesuai Harapan, The Fed diprediksi Naikkan Suku Bunga Bulan ini

Federal reserve kian bergerak melemah terhadap AS pada sore ini (3/9). Dikutip dari Indeks , Mata uang Garuda ini ditutup melemah mendekati level Rp 14.200-an. Melorot 33,4 poin atau 0,20% dari posisi penutupan kemarin, Rupiah harus ditutup pada level Rp 14.170 per Dolar AS. Sedangkan menurut referensi JISDOR (Jakarta Interbank Spot Dollar Rate) , Rupiah dikatakan berada pada level Rp 14.160/ saat penutupan.

Lukman Leong, analis PT Platon Niaga Berjangka, menyatakan bahwa melemahnya Rupiah lebih dikarenakan oleh rilis data pekerja Serikat yang memberikan hasil memuaskan.”Dolar AS kembali terapresiasi terhadap Rupiah seiring dengan rilis data pekerja Serikat versi ADP (Automatic Data Processing) yang memberi harapan akan terjadinya kenaikan di bulan September ini,” ujarnya.

Lukman juga mengatakan bahwa para tengah menantikan data penggajian non-pertanian (NFP) milik Amerika Serikat yang sedianya akan diumumkan besok (4/9). Data inilah yang nantinya akan digunakan untuk menilai kondisi terkini pasar tenaga kerja milik megeri Paman Sam tersebut. “Proyeksi data NFP akan ada kenaikan, begitu juga dengan tingkat pengangguran Amerika Serikat yang diperkirakan turun. Jika proyeksi itu benar maka akan menandai berita positif terhadap AS yang mendukung penguatan Dolarnya. Tapi jika dirilis sebaliknya, maka tekanan turun terhadap Dolar AS dapat terjadi,” papar Lukman Leong.

Loading...