Data Pekerja AS Dirilis, Saham Wall Street dan Dolar AS Melambung

New York-saham di Wall Street tiba-tiba dengan signifikan pada hari Jumat (4/12) lalu setelah Data Pekerja AS menunjukkan hasil yang cukup memuaskan, hingga bisa dipastikan The Fed bakal menaikkan acuan dengan segera.

Data laporan pekerja AS untuk bulan November yang telah dirilis tersebut membuka jalan bagi untuk menaikkan suku bunga pertama kalinya dalam 10 tahun terakhir. Efeknya, AS pun menguat dan ikut terkerek naik 2% dari asalnya. Logam dasar, termasuk tembaga juga ikut naik.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa telah tercipta 211.000 pekerjaan baru di Amerika Serikat, jumlah ini terhitung 35.000 pekerjaan lebih banyak dari jumlah yang dilaporkan pada bulan September dan Oktober. “Angka-angka tidak mengecewakan. Kami membersihkan rintangan terakhir untuk kenaikan tarif,” ujar Presiden EverBank World Markets, Chris Gaffney, di St Louis, Missouri, US.

Saham milik AS tercatat melonjak lebih dari 2%, salah satunya indeks Dow dan S & P 500 yang berhasil membukukan keuntungan terbesar mereka dalam 3 bulan terakhir. 10 besar sektor S & P 500 diketahui naik, kecuali indeks energi (.SPNY) yang jatuh setelah Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) gagal menertibkan rekor output.

Seperti diketahui, harga minyak mentah dunia terus merosot akibat ulah negara-negara eksportir utama minyak yang terus memompa minyak melampaui batas.

Loading...