Data Pekerja AS diedarkan, Rupiah dan Won Manfaatkan Momen

rupiah-naikSebagian besar negara-negara di Asia menguat secara serentak pada pembukaan (12/1), setelah input pekerja di Amerika Serikat menunjukkan penurunan upah kerja yang mengejutkan sehingga mendorong para untuk menarik aset mereka dari Dolar. Mata uang Asia yang tercatat bergerak memimpin adalah Won Korea Selatan dan . Won tercatat memukul telak dolar, menjadi 1.080,5/USD. Sedangkan menyentuh level tertinggi dalam seminggu terakhir, yaitu pada Rp 12.550/USD. Nada tegas dari obligasi pada hari ini juga membantu mendukung posisi Rupiah, dan kemungkinan ada beberapa aliran dana luar negeri ke dalam hutang lokal.

Data pekerja Amerika Serikat yang diinput pada hari Jumat lalu (9/11) menunjukkan bahwa upah pekerja mengalami penurunan terbesar sejak 8 tahun terakhir, meskipun sempat mengalami kenaikan yang solid pada bulan Desember 2014 lalu. Pelaku juga mengatakan bahwa dolar bisa mundur lebih parah dalam waktu dekat jika Federal Reserve mempercepat kenaikan . “Dalam waktu dekat, perhatikan akan terdegradasi lebih lanjut pada perbedaan yang dapat merusak posisi Dolar Amerika Serikat jika aliran data tersebut terus menyebar,” Ujar Emmanuel Ng, Analis OCBC.

Sementara di sisi yang lain, diharapkan dapat secara sederhana dan bertahap dengan diberlakukannya kebijakan MAS yang akan mulai diberlakukan pada bulan April mendatang. Namun, ada pandangan minoritas yang menyertai bahwa MAS akan melonggarkan kebijakan, yang berimbas pada tekanan disinflasi terhadap harga minyak yang rendah.

Loading...