Data PDB Indonesia Lebih Tinggi dari Prediksi, Rupiah Lanjut Menguat di Pembukaan

Rupiah - beritacenter.comRupiah - beritacenter.com

Jakarta – Kurs mengawali perdagangan pagi hari ini, Kamis (9/8) dengan penguatan sebesar 0,03 persen atau 4 poin ke posisi Rp 14.435 per . Kemarin, Rabu (8/8), berdasarkan Bloomberg Index pukul 15.12 WIB, Garuda ditutup menguat tipis 3 poin atau 0,02 persen menjadi Rp 14.439 per USD setelah sepanjang hari bergerak pada kisaran angka Rp 14.440 hingga Rp 14.442 per dolar .

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sejumlah mata uang utama terpantau melemah. Pada akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB, indeks dolar AS melemah 0,13 persen menjadi 95,061 lantaran para pelaku pasar masih mencermati perkembangan terakhir konflik perdagangan antara Amerika Serikat dengan China.

Pada Rabu (8/8) kemarin, Perdagangan China mengumumkan pengenaan tarif 25 persen terhadap 16 miliar dolar AS barang-barang asal Amerika Serikat, termasuk mobil dan minyak mentah, demikian seperti dilansir Xinhua. Pengumuman ini menyusul langkah pemerintah AS yang juga telah merilis daftar final barang-barang China senilai 16 miliar dolar AS yang akan dikenai tarif impor lebih .

Rupiah sendiri diperkirakan menguat berkat penguatan yuan usai People’s Bank of China menetapkan kebijakan terkait pengetatan perdagangan valas. “Jadi spekulan yang ingin menurunkan kurs yuan bisa berkurang,” jelas ekonom Samuel Sekuritas Indonesia Ahmad Mikail, seperti dilansir Kontan.

Sementara itu, menurut analis Monex Investindo Futures Faisyal, rupiah berhasil melaju ke zona hijau berkat dukungan dari data pertumbuhan Indonesia kuartal II 2018 yang lebih tinggi dari prediksi pasar. Sebagai informasi, domestik bruto (PDB) Indonesia selama periode April-Juni 2018 mencapai angka 5,27 persen.

Oleh sebab itu, Faisyal memperkirakan jika hari ini rupiah masih berpeluang untuk melanjutkan penguatannya. Sedangkan Ahmad berpendapat, selama yuan dapat mempertahankan posisinya yang lebih unggul dari dolar AS, maka potensi rupiah untuk menguat pun masih terbuka lebar.

Loading...