Data PDB AS Membaik, Laju Penguatan Rupiah Bisa Tertahan

Tren positif sepanjang minggu lalu, diprediksi akan tertahan pada Senin (29/2) ini. Menguatnya indeks dolar AS seiring data produk domestik bruto () AS yang membaik, serta minyak yang masih stagnan akan menjadi pengganjal laju mata uang Garuda selama perdagangan akhir Februari ini.

Menurut laporan Bloomberg Index, hari ini rupiah dibuka melemah 24 poin atau 0,18 persen ke Rp13.406 per dolar AS. Lalu pada pukul 09.07 WIB, rupiah kembali 11 poin atau 0,08 persen ke Rp13.393 per dolar AS.

“Penguatan rupiah berpeluang tertahan hari ini melihat kuatnya indeks dolar AS,” papar Ekonom Samuel Sekuritas , Rangga Cipta. “ PDB Amerika Serikat kuartal IV 2015 direvisi lebih baik dari ekspektasi ke 1 persen YoY. Data ini mendorong penguatan indeks dolar AS hingga kisaran 98 pada Jumat (26/2) malam.”

Di samping itu, lanjut Rangga harga minyak yang masih stagnan juga bisa menghambat laju rupiah. Harga minyak jenis Brent yang sebelumnya naik tajam terlihat stabil di kisaran 35 dolar AS per barel. “Sore ini ditunggu estimasi Zona Euro yang diperkirakan naik,” sambungnya.

Sementara menurut Research and Analyst PT Monex Investindo Futures, Yulia Safrina, saat ini fokus tertuju pada pertemuan G20. berharap, pertemuan tersebut dapat menguatkan keyakinan bahwa gejolak mulai reda.

Yulia memperkirakan, hasil pertemuan G20 akan memengaruhi rupiah pada awal pekan ini. Namun dengan data ekonomi negeri Paman Sam yang lebih baik dari proyeksi, Yulia menduga rupiah berpeluang melemah. “Rupiah hari ini akan melemah di kisaran Rp13.300 hingga Rp13.450 per dolar AS,” kata Yulia.

Loading...