Tunggu Data NFP AS, Rupiah Berakhir Melemah Tajam

Rupiah - www.viva.co.idRupiah - www.viva.co.id

JAKARTA – Rupiah tidak memiliki tenaga yang cukup untuk mengangkat posisi ke area hijau pada Jumat (8/1) sore di tengah penantian investor akan data nonfarm payrolls AS bulan Desember 2020. Menurut paparan Index pada pukul 14.59 WIB, Garuda berakhir melemah tajam 110 poin atau 0,79% ke level Rp14.020 per AS.

Sementara itu, data yang dirilis pukul 10.00 WIB menempatkan kurs tengah berada di posisi Rp14.058 per dolar AS, terdepresiasi 120 poin atau 0,86% dari sebelumnya di level Rp13.928 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia juga tidak berdaya melawan greenback, dengan pelemahan terdalam sebesar 0,68% dialami won Korea Selatan.

Dari pasar global, indeks dolar AS masih mampu mempertahankan kenaikan tertinggi dalam lebih dari dua bulan terhadap mata uang utama lainnya pada hari Jumat, karena kenaikan imbal hasil AS memicu beberapa pelepasan taruhan bearish pada mata uang. Mata uang Paman Sam terpantau 0,139 poin atau 0,15% ke level 89,965 pada pukul 14.52 WIB.

Dilansir dari Reuters, greenback memantul dari level terendah hampir tiga tahun, dengan pedagang mengambil untung terhadap euro pada khususnya, menyusul penurunan indeks dolar AS hampir 7% pada tahun 2020 dan sebanyak 0,9% di awal tahun 2021, di tengah ekspektasi stimulus fiskal AS. Dengan Partai Demokrat memenangkan kendali efektif Senat AS, memberi presiden terpilih, Joe Biden, ruang untuk mendorong pengeluaran lebih banyak.

Walau aset berisiko tidak berdaya, dilansir dari CNBC Indonesia, sejumlah analis mengatakan bahwa ini hanya bersifat konsolidasi, tidak menandakan tren dalam jangka panjang. Pelaku pasar memperkirakan greenback tetap dalam tren melemah pada tahun ini, karena kehadiran -19 diklaim dapat mengangkat moral investor, yang pada akhirnya memburu aset berisiko.

“Perkembangan seputar proses vaksinasi membuat risk appetite investor semakin tebal, sehingga ke depan akan mendorong mata uang Asia,” tutur ekonom Mirae Asset, Anthony Kevin. “Meski kasus harian COVID-19 masih terus melonjak, tetapi dengan adanya vaksin, diharapkan mampu menciptakan momentum pemulihan ekonomi.”

Saat ini, investor menantikan data nonfarm payrolls AS bulan Desember 2020 yang akan diumumkan hari ini waktu setempat atau Sabtu (9/1) pagi WIB. Sejumlah ekonom memperkirakan ada penambahan 100 ribu pekerjaan baru dan penghasilan per jam tumbuh 0,2% secara bulanan, meskipun tingkat pengangguran diprediksi tetap stabil di angka 6,7%.

Loading...