Rupiah Dibuka Melemah Tipis Meski NFP AS Mengecewakan

Rupiah melemahRupiah melemah pada perdagangan Senin (7/10) ini - vibiznews.com

JAKARTA – ternyata harus mengawali perdagangan Senin (7/10) ini di area merah meski data nonfarm terbaru menunjukkan angka yang sedikit mengecewakan. Menurut paparan Index, Garuda membuka dengan melemah tipis 1 poin atau 0,01% ke level Rp14.139 per AS, setelah sebelumnya berakhir menguat 34 poin atau 0,24%.

Pada Jumat (4/10) waktu setempat, Departemen AS mengumumkan data nonfarm payroll negara tersebut untuk bulan September 2019 sebesar 136.000. Angka ini lebih rendah dari prediksi yang sebesar 145.000. Upah pekerja juga mengecewakan, di angka 2,9% atau di bawah perkiraan sebesar 3,2%. Namun, AS berhasil menekan jumlah pengangguran menjadi 3,5% atau terendah sepanjang 50 tahun terakhir.

Kinerja pekerjaan September kemarin tidak mengubah gambaran ekonomi Amerika Serikat secara keseluruhan. Pasar tenaga kerja terus menghasilkan lebih dari cukup pekerjaan untuk menutupi pendatang baru ke angkatan kerja meskipun rata-rata 161.000 tahun ini jauh lebih rendah dari 223.000 untuk periode yang sama pada tahun 2018.

“Data ekonomi AS yang buruk dan sentimen internal bakal mendorong kurs rupiah kembali menguat pada pekan ini di kisaran Rp14.100 hingga Rp14.157 per ,” ujar Direktur Utama PT Garuda Berjangka, Ibrahim, dilansir Kontan. “Sepekan lalu, rupiah sudah menguat terhadap , yang didukung oleh sentimen global maupun domestik.”

Dari eksternal, aktivitas jasa AS melambat, manufaktur mengalami kontraksi, plus perang dagang dengan Uni Eropa sangat berisiko membuat perekonomian AS tersendat. Sementara, dari dalam negeri, dengan parlemen yang menduduki kursi pimpinan, baik di DPR, DPD, dan MPR, menjadi berkah tersendiri, karena dapat mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang pro dengan kepentingan rakyat.

Saat ini, pelaku pasar dalam negeri sedang menantikan laporan cadangan devisa bulan September 2019 yang menurut rencana akan diumumkan Bank pada pukul 10.00 WIB. Sejumlah analis memprediksi cadangan devisa masih akan berada di atas 123 miliar dolar AS. Sebelumnya, cadangan devisa Agustus berada di angka 126,4 miliar dolar AS.

Loading...