Data NFP AS Melebihi Ekspektasi, Rupiah Melemah di Awal Pekan

Rupiah Melemah - akurat.co

Data yang positif membuat bergerak loyo pada pembukaan awal pekan (5/2) ini. Seperti dipaparkan Index, mata uang Garuda membuka dengan pelemahan sebesar 38 poin atau 0,28% ke level Rp13.490 per . Sebelumnya, spot sudah ditutup terdepresiasi 28 poin atau 0,21% di posisi Rp13.452 per dolar pada akhir pekan (2/2) kemarin.

Jumat waktu setempat, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa data nonfarm payroll Paman Sam naik menjadi 200.000 sepanjang bulan Januari 2018, lebih tinggi dari proyeksi ekonom yang sebesar 180.000 dan di bulan sebelumnya yang sebesar 160.000. Selain itu, rata-rata upah tenaga kerja di AS juga mengalami kenaikan sebesar 0,3%, meski tingkat pengangguran tidak berubah sebesar 4,1% atau sama dengan posisi terendah di tahun 2000 silam.

Data tersebut membuat imbal hasil Treasury AS 10-tahun melonjak setinggi 2,85%, atau level tertinggi dalam rentang waktu empat tahun terakhir. Di samping, ekspektasi kenaikan suku bunga juga ikut-ikutan terkatrol, yang diproyeksikan mengalami kenaikan sebanyak minimal tiga kali sepanjang tahun ini, dengan kenaikan pertama diprediksi terjadi pada bulan Maret mendatang.

“Keuntungan kenaikan gaji akan menambah kekhawatiran bahwa tekanan inflasi sedang membangun AS,” ujar kepala ekonom AS di JPMorgan Chase & Co., Michael Feroli. “Ini benar-benar memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan melakukan kenaikan suku bunga pada bulan Maret. Pertanyaannya adalah, apakah sinyal berikutnya setelah kenaikan tersebut?”

Meski demikian, rupiah masih memiliki potensi menguat pada perdagangan hari ini, menanti data (PDB) dalam negeri. Jika PDB sesuai ekspektasi, maka mata uang Garuda berpeluang membalikkan keadaan. “Rupiah pada hari ini kemungkinan bergerak di kisaran Rp13.400 hingga Rp13.460 per dolar AS,” kata analis Monex Investindo Futures, Faisyal, seperti dilansir Kontan.

Loading...