Data Manufaktur AS Naik, Rupiah Loyo di Awal Perdagangan

smeaker.com

Jakarta mengawali pagi hari ini, Rabu (25/1) dengan pelemahan sebesar 0,17 persen atau 23 poin ke Rp 13.345 per . Kemarin, Selasa (24/1) rupiah berakhir 47 poin atau 0,35 persen ke Rp 13.322 per dolar AS usai diperdagangkan di rentang angka Rp 13.290 hingga Rp 13.353 per dolar AS.

Meski rupiah sempat menguat, Samuel Sekuritas Indonesia memperkirakan jika pada perdagangan hari ini mata uang Garuda akan terkoreksi. Menurut Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta, usai indeks dolar AS mengalami penurunan tajam dalam sepekan terakhir, semalam dolar AS kembali menguat.

Kenaikan dolar AS ini karena dukungan indeks AS yang cukup signifikan. Bahkan kenaikan itu lebih tinggi dibanding kenaikan indeks zona Euro. Hal ini sekaligus menunjukkan, bahwa di tengah ketidakpastian ternyata pondasi AS masih cenderung lebih solid. Apalagi ketidakpastian terkait kebijakan yang dilakukan Trump masih tinggi, sehingga sentimen pelemahan dolar tak akan terlalu agresif.

yang melihat potensi risiko dari kebijakan Trump serta peluang kenaikan inflasi, berencana mengubah asumsi makro 2017 sehingga diperkirakan bisa memengaruhi ekspektasi defisit anggaran di 2017 yang saat ini diasumsikan 2,41% terhadap PDB. Penguatan rupiah berpeluang tertahan pada hari ini,” ungkap Rangga.

Sementara itu Research and Analyst PT Monex Investindo Futures, Vidi Yuliansyah memprediksi jika pergerakan rupiah hari ini akan minim sentimen dari domestik. Data yang ditunggu oleh investor adalah rilis pertumbuhan investasi asing dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Loading...