Data Ketenagakerjaan AS Tak Positif, Rupiah Melaju di Awal Pekan

Rupiah diprediksi mampu kembali bangkit pada sesi perdagangan awal pekan (10/10) ini. Pasalnya, ketenagakerjaan AS yang dirilis akhir pekan (7/10) lalu tidak terlalu sehingga dapat menjadi penyokong bagi pergerakan Garuda.

Seperti diwartakan Bloomberg Index, rupiah mengawali perdagangan hari ini dengan penguatan tipis 9 poin atau 0,07% ke level Rp12.980 per . Kemudian, pada pukul 08.25 WIB, mata uang Garuda kembali melaju dengan 29 poin atau 0,22% ke posisi Rp12.960 per . Sementara itu, indeks pada pagi ini terpantau dibuka turun 0,061 poin atau 0,06% ke level 96,571.

“Rupiah sempat melemah akhir pekan lalu karena mengantisipasi data tenaga kerja AS,” ungkap Research and Analyst Monex Investindo Futures, Yulia Safrina. “Ternyata, data-data ketenagakerjaan AS tidak terlalu baik sehingga dapat menjadi sentimen positif bagi pergerakan mata uang Garuda.”

Jumlah data pekerjaan baru di AS pada September hanya mencapai 156.000 dari kenaikan sebesar 167.000 pada Agustus. Angka ini lebih kecil dari prediksi para ekonom yang memperkirakan kenaikan sebesar 172.000. Namun, prediksi pengetatan kebijakan pada pertemuan tanggal 1-2 November mendatang tetap berada di posisi 17%, tidak berubah dari sepekan sebelumnya.

Di sisi lain, pengamat dan pasar uang, Farial Anwar, menambahkan bahwa sentimen dalam negeri masih cukup baik dalam mendukung rupiah. Salah satunya, kelanjutan program dan kenaikan cadangan devisa negara yang dapat dijadikan penopang bagi mata uang Garuda untuk terus melaju.

“Hanya, pelaku pasar tetap diminta memperhatikan aktivitas di pasar ,” katanya. “Jika investor asing ramai-ramai menjual di bursa, maka rupiah yang didapat akan ditukarkan dengan AS. Ini dapat mengganggu penguatan rupiah.”

Farial pun memprediksi rupiah dapat bergerak menguat tipis di kisaran Rp12.950 hingga Rp13.050 per dolar AS. Sementara, Yulia memperkirakan mata uang Garuda berada di kisaran Rp12.095 hingga Rp13.050 per dolar AS.

Loading...