Data Inflasi Februari Naik, Rupiah Dibuka Melemah 4 Poin

Jakarta – Mengawali pada pagi hari ini, Kamis (2/3), rupiah dibuka 4 poin atau 0,03 persen ke level Rp 13.367 per AS. Rupiah melemah di tengah penguatan indeks AS yang pada pagi ini, tepatnya pukul 07.49 WIB terpantau naik 0,07 persen ke posisi 101,85.

Sedangkan kemarin, Rabu (1/3), Garuda berakhir melemah 25 poin atau 0,19 persen ke Rp 13.363 per usai diperdagangkan di rentang angka Rp 13.347 hingga Rp 13.375 per . Samuel Sekuritas Indonesia memperkirakan jika rupiah berpotensi untuk melanjutkan pelemahannya hari ini hingga jangka pendek dengan tinggi.

Lebih lanjut Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta mengungkapkan jika Presiden AS Donald Trump kemarin lewat pidatonya kembali menjanjikan insentif pajak dan belanja infrastruktur yang signifikan, namun Trump tak menjelaskan detail mengenai kebijakannya tersebut.

Sementara itu komentar dari sejumlah pejabat yang hawkish justru mengakibatkan dolar terus menguat. Indeks dolar AS menguat seiring dengan kenaikan yield US Treasury sampai dini hari tadi. Rangga memprediksi kini fokus investor beralih pada tingkat pertambahan non-pertanian AS yang akan dirilis pada akhir pekan depan.

“Komentar dari pejabat The Fed lainnya minggu ini telah menambahkan sentimen hawkish di dan menambahkan beberapa dukungan pada dolar,” ucap MitulKotecha, analis Barclays.

Selain itu rupiah juga bergerak di zona merah lantaran pengumuman inflasi Februari pada Rabu (1/3) kemarin yang lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Inflasi Februari 2017 berada pada level 0,23 persen, sedangkan tahun lalu deflasi 0,09 persen. “Pelemahan rupiah berpeluang bertahan dalam jangka pendek dengan volatilitas tinggi hingga FOMC meeting Maret 2017,” papar Rangga.

Loading...