Data Inflasi AS Rendah, Rupiah Lanjutkan Penguatan di Awal Dagang

Rupiah - www.kaskus.co.idRupiah - www.kaskus.co.id

Jakarta mata uang Garuda mengawali pagi hari ini, Rabu (13/3), dengan penguatan sebesar 21,5 poin atau 0,15 persen ke level Rp 14.245 per AS. Kemarin, Selasa (12/3), kurs rupiah berakhir terapresiasi 24 poin atau 0,17 persen ke posisi Rp 14.267 per USD.

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sejumlah mata uang utama terpantau melemah. Pada akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB, indeks dolar AS melemah lantaran para pelaku masih mencermati tingkat Amerika Serikat yang rendah. Hal ini juga menimbulkan spekulasi bahwa acuan kelak tak akan mengalami perubahan.

Dilansir Xinhua melalui iNews, Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan Indeks Konsumen untuk Semua Konsumen (CPI-U) mengalami kenaikan sebesar 0,2 persen pada Februari 2019 berdasarkan penyesuaian musiman usai tak mengalami perubahan pada Januari. Kenaikan tersebut merupakan yang pertama kali dalam 4 bulan, setelah indeks untuk tempat tinggal dan makanan naik, serta indeks bensin pun ikut menguat usai mengalami penurunan belum lama ini.

Adapun CPI-U merupakan salah satu dari dua indeks untuk mengukur inflasi konsumen untuk semua konsumen perkotaan. Walaupun naik, selama 3 bulan berturut-turut CPI-U tidak mengalami perubahan yang menandakan inflasi AS masih ada di level rendah. Inflasi adalah tolok ukur Federal Reserve untuk memperketat kebijakan moneternya.

Sementara itu, rupiah sejak perdagangan kemarin hingga hari ini berhasil mempertahankan penguatannya. Menurut Analis Pasar Uang Bank Mandiri Reny Eka Putri, The Fed masih akan bertindak cenderung dovish tahun 2019 ini lantaran realisasi inflasi AS yang rendah. Adapun data inflasi tahunan AS hanya naik sebesar 1,5 persen pada Februari 2019, lebih rendah dari perkiraan sebelumnya di level 1,6 persen.

Di samping itu, The Fed pun diprediksi akan bersikap dovish lantaran pekan lalu rilis data non farm payroll bulanan AS pada akhir pekan lalu hanya mengalami kenaikan tipis sebesar 20.000. Padahal pekerja AS sebelumnya diprediksi bisa tumbuh sebanyak 180.000 pekerja dari bulan sebelumnya sebesar 304.000 pekerja. Oleh sebab itu Reny memperkirakan hari ini rupiah akan bergerak menguat terbatas.

Loading...