Data Ekonomi China Positif, Rupiah Dibuka Melambung Usai Pemilu

Rupiah - www.medanbisnisdaily.comRupiah - www.medanbisnisdaily.com

Jakarta – Nilai tukar rupiah dibuka menguat 82,5 poin atau 0,59 persen ke level Rp 14.002,5 per AS di awal perdagangan pagi hari ini, Kamis (18/4). Sebelum libur pelaksanaan Pemilu, Selasa (16/4), kurs uang Garuda berakhir terdepresiasi 22 poin atau 0,16 persen ke posisi Rp 14.085 per USD.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the Greenback terhadap sejumlah utama terpantau melemah. Pada akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB, indeks dolar AS turun lantaran China yang lebih baik dari perkiraan, sehingga meningkatkan selera investor terhadap aset berisiko dan sehari menjelang rilis data yang dipantau secara ketat untuk zona euro.

Adapun ekonomi China dilaporkan tumbuh pada kecepatan stabil di level 6,4 persen pada kuartal pertama, berkebalikan dengan ekspektasi untuk perlambatan lebih lanjut lantaran produksi industri mengalami kenaikan dan permintaan menunjukkan adanya tanda-tanda perbaikan, demikian seperti dilansir Okezone.

Para pelaku pasar pun mencermati data ekonomi China dan Eropa untuk mengetahui sinyal bahwa pertumbuhan global mulai mengalami perbaikan. Rilis Indeks Pembelian Manager (PMI) pada sektor manufaktur dan jasa di Eropa pada Kamis waktu setempat akan memberi petunjuk terkait kekuatan ekonomi Eropa selanjutnya.

Di sisi lain, laporan menunjukkan bahwa defisit perdagangan turun ke level terendah 8 bulan pada Februari lantaran impor dari China yang anjlok, sehingga memberi dorongan untuk agenda America First Presiden Donald Trump dan pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama.

Dari dalam negeri, rupiah rupanya berhasil melaju ke zona hijau pasca Pemilu rampung. “Pemilu yang berjalan aman dan lancar menandakan kondisi ketidakpastian berakhir. Hal ini pun disukai oleh investor,” kata Monex Investindo Futures Dini Nurhadi Yasyi, seperti dilansir Kontan.

Menurut Ekonom Bahana Sekuritas Satria Sambijantoro, hasil quick count yang diungguli oleh petahana pun merupakan angin segar untuk para investor. Sentimen positif juga berasal dari pertumbuhan ekonomi China kuartal I 2019. “Dampaknya positif karena hubungan perdagangan dengan China lebih besar,” ungkapnya.

Loading...