Data Ekonomi Berhasil Katrol Dolar AS, Rupiah Melemah Tipis 2 Poin di Pembukaan

rupiah - en.tempo.corupiah - en.tempo.co

Jakarta dibuka tipis sebesar 2 poin atau 0,01 persen ke level Rp 13.766 per dolar AS di awal pagi hari ini, Kamis (29/3). Kemarin, Rabu (28/3), nilai tukar berakhir terdepresiasi 22 poin atau 0,16 persen ke posisi Rp 13.764 per USD setelah diperdagangkan pada rentang angka Rp 13.695 hingga Rp 13.758 per dolar AS.

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap enam mata uang utama terpantau naik 0,39 persen menjadi 89,372 di akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB lantaran rilis Amerika Serikat positif.

Berdasarkan dari Xinhua, Departemen Perdagangan mengumumkan bahwa domestik bruto (PDB) riil Amerika Serikat naik ke tingkat tahunan 2,9 persen pada kuartal keempat 2017, melebihi perkiraan pasar sebesar 2,7 persen. Revisi ke atas dalam GDP riil menggambarkan revisi ke atas dalam pribadi dan investasi persediaan swasta. PDB riil AS naik 2,3 persen tahun 2017, lebih tinggi dari tahun 2016 sebesar 1,5 persen.

Sedangkan National Association of Realtors melaporkan pada Rabu bahwa indeks Pending Home Sales mengalami pertumbuhan sebesar 3,1 persen menjadi 107,5 pada Februari 2018 dari 104,3 yang direvisi ke bawah pada bulan Januari 2018.

Menurut Analis Monex Investindo Futures Yulia Safrina, meredanya ketegangan antara AS dan China terkait perdagangan belum lama ini berhasil membuat dolar AS kembali terkatrol. “Pelaku pasar juga mengantisipasi pengumuman angka final pertumbuhan ekonomi AS,” kata Yulia, seperti dilansir Kontan.

Di samping itu, data ekonomi AS yang positif pada kuartal keempat 2017 juga memunculkan ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan kembali menaikkan suku bunga acuan Amerika Serikat secara agresif. Hal ini pula yang menyebabkan posisi the Greenback di pasar spot semakin kuat.

Ekonom Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih memprediksi jika pada perdagangan hari ini rupiah masih akan terus melemah meskipun pelemahannya cenderung tipis karena Bank Indonesia (BI) akan melakukan intervensi. Sebaliknya, Yulia justru memperkirakan rupiah hari ini berpotensi menguat karena volatilitas menjelang libur panjang akhir pekan ini akan berkurang.

Loading...