Data Ekonomi AS Variatif, gerak Rupiah lebih Leluasa

Jakarta – Nilai tukar Rupiah ditutup 18 Poin (0,13%) di level Rp 13.643/USD pada akhir Kamis (2/6). Sebelumnya, Rupiah dibuka dengan pelemahan sebesar 17 poin (0,12%) di level Rp 13.678/USD pada pagi ini.

Sesuai analisa ekonom, pasar uang kini tengah menanti hasil pertemuan pejabat (ECB) yang akan diumumkan malam ini, terutama mengenai besaran pembelian obligasi di pasar sekunder. Selain itu, hasil konferensi di Wina juga masih menjadi topik yang paling ditunggu, karena jika timbul kesepakatan tentang pembatasan akan mendorong penguatan minyak mentah dunia.

“Indeks dolar terkoreksi hingga dini hari tadi walaupun mayoritas data ekonomi yang diumumkan membaik,” ujar Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia Rangga Cipta dalam risetnya, Kamis (2/6).

Data ekonomi milik AS yang cenderung variatif juga perlahan melemahkan Indeks Dolar. Menurut data yang dirilis oleh Institute for Supply Management (ISM) pada Rabu lalu (1/6), indeks pembelian manajer (PMI) AS pada Mei 2016 naik menjadi 51,3%, dari sebelumnya 50,8% di bulan April.

Sementara itu, Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa belanja konstruksi sepanjang April 2016 (YoY) diperkirakan hanya mencapai USD1.133,9 miliar, yakni 1,8% lebih rendah dibanding estimasi Maret yang direvisi.

Para pun kini harus jeli mencermati data AS, setelah para pejabat Fed mengindikasikan putusan kenaikan suku bunga potensial pada musim panas ini akan dilaksanakan jika terjadi perbaikan ekonomi.

Loading...