Data Ekonomi AS Mixed, Rupiah Berakhir Menguat Jelang Long Weekend

Pelemahan indeks imbas sejumlah data Paman Sam yang menunjukkan hasil mixed mampu dimanfaatkan untuk bergerak jelang libur panjang. Menurut Index pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda menutup sesi dagang akhir pekan (23/12) ini dengan penguatan sebesar 17 poin atau 0,13% ke level Rp13.452 per dolar AS.

Rupiah mengawali perdagangan hari ini dengan menguat tipis 3 poin atau 0,02% ke posisi Rp13.466 per dolar AS. Istirahat siang, mata uang Garuda kembali melonjak 26 poin atau 0,19% ke level Rp13.443 per dolar AS. Jelang penutupan atau pukul 15.32 WIB, spot bertahan di zona usai naik 22 poin atau 0,16% ke Rp13.447 per dolar AS.

Data bruto (PDB) AS kuartal ketiga yang dirilis kemarin memang menunjukkan ekspansi dibandingkan perkiraan sebelumnya. Namun, data belanja dan pendapatan pribadi menunjukkan perlambatan. Tingkat pendapatan pribadi dilaporkan tidak mengalami perubahan sepanjang November, sedangkan tingkat belanja pribadi hanya naik 0,2% atau lebih kecil dari proyeksi dengan kenaikan 0,3%.

Pengumuman data ekonomi AS tersebut berdampak buruk pada pergerakan the greenback jelang libur . Usai dibuka turun tipis 0,030 poin atau 0,03% ke posisi 103,060, indeks yang mengukur kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama kembali terdepresiasi 0,070 poin atau 0,07% ke level 103,020 pada pukul 13.49 WIB.

Sebelumnya, Analis Senior PT Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada, mengatakan bahwa mulai berbalik melemahnya dolar AS menjadi kesempatan bagi mata uang lainnya, termasuk rupiah, untuk bergerak menguat setelah selama 2-3 hari terakhir mengalami pelemahan. “Rupiah berpeluang menguat secara teknikal meski terbatas,” kata Reza.

Sementara itu, Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta, menuturkan bahwa harga komoditas yang tetap bertahan di level tinggi juga mempertahankan kepercayaan investor terhadap prospek likuiditas dolar AS di Indonesia. “Hal itu membantu koreksi nilai tukar mata uang Garuda agar tidak terlalu dalam,” paparnya.

Loading...