Data Ekonomi AS Mengecewakan, Rupiah Manfaatkan Kesempatan untuk Menguat

kursPergerakan diprediksi akan membaik sebagaimana posisinya saat pada hari Jumat minggu lalu (2/10). Hasil pantauan dari Indeks Dolar menyatakan bahwa Rupiah naik 9 poin atau 0,06% ke posisi Rp 14.637 per Dolar AS pada pembukaan perdagangan pagi ini (5/10). Tak berselang lama, Rupiah kembali sebesar 10 poin atau setara 0,07% ke level Rp 14.636 per Dolar AS.

Sebelumnya, Rupiah diketahui menguat 45 poin atau sebesar 0,31% ke posiis Rp 14.646/USD. Menguatnya Rupiah pada penutupan minggu lalu merupakan dampak dari merosotnya Indeks Dolar AS. Para investor tengah mempertimbangkan data tenaga kerja AS Jumat yang hasilnya mengecewakan karena berada di bawah perkiraan. Hal ini sekaligus mengendurkan harapan ( AS) untuk segera menaikkan suku bunganya.

Reza Priyambada, Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia (NHKSI), mengatakan bahwa Rupiah berpotensi kembali melemah setelah penguatan ini sebagai imbas deflasi dan rilis kebijakan oleh dan Bank Indonesia (BI). Sejumlah data ekonomi AS yang dirilis kurang memuaskan, dibarengi dengan kembali naiknya minyak mentah dunia. Hal ini membuat laju dolar AS mengalami pelemahan yang tidak terlalu signifikan. “(Kurs tengah) rupiah pun tidak dapat memanfaatkon kondisi dolar AS tersebut, sehingga akhirnya kembali melemah ke level support baru (yaitu) Rp 14.700-an per Dolar AS,” ujarnya dalam riset.

NHKSI memprediksi kurs tengah Bank Indonesia bakal menempatkan Rupiah pada kisaran angka Rp 14.690 – Rp 14.715 per Dolar AS pada perdagangan hari ini. “Tetap harus dapat menyesuaikan dengan riil lapangan dan mencermati sentimen di ,” pungkas Reza.

Loading...