Data Ekonomi AS Katrol Dolar, Rupiah Terdepresiasi di Akhir Pekan

www.liputan6.com

Rupiah harus memungkasi Jumat (16/6) ini di zona merah setelah dolar AS bergerak naik menyusul laporan Paman Sam yang positif. Menurut catatan Index pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda menutup akhir pekan dengan pelemahan sebesar 13 poin atau 0,10% ke level Rp13.299 per dolar AS.

Langkah negatif rupiah sudah berlangsung sejak awal dagang dengan dibuka turun 14 poin atau 0,11% ke posisi Rp13.330 per dolar AS. Menjelang istirahat siang atau pukul 10.53 WIB, mata uang Garuda kembali melemah 23 poin atau 0,17% ke level Rp13.309 per dolar AS. Kemudian, pada pukul 15.35 WIB, spot masih tertahan di zona merah usai terdepresiasi 8 poin atau 0,06% ke Rp13.294 per dolar AS.

Dari , indeks dolar AS melanjutkan penguatannya menyusul data terbaru Paman Sam yang memberi alasan bagi para investor untuk berspekulasi bahwa The Fed bakal kembali menaikkan acuan. Setelah dibuka naik tipis 0,057 poin atau 0,06% ke level 97,490, dolar AS kembali menguat 0,084 poin atau 0,09% ke level 97,517 pada pukul 12.55 WIB.

Kamis (15/6) kemarin, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa jumlah klaim awal untuk tunjangan pengangguran turun sebesar 8.000 menjadi 237.000 untuk pekan yang berakhir pada 10 Juni. Angka ini lebih rendah dari pada prediksi para ekonom dengan jumlah sebesar 242.000 klaim. Data indeks kondisi bisnis Empire State New York Fed dan Philadelphia Fed juga melampaui ekspektasi para ekonom.

“Dolar jelas beraksi lebih positif pada hari ini dari yang terlihat pada Rabu usai rilis data ekonomi AS sebelum pengumuman keputusan The Fed,” papar kepala strategi mata uang untuk Mizuho Securities, Masafumi Yamamoto, seperti dilansir dari Reuters. “Dolar juga tampaknya sudah melupakan laporan data indeks yang mengejutkan.”

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan tengah berada di level Rp13.298 per dolar AS, melemah 16 poin atau 0,12% dibandingkan perdagangan sebelumnya di posisi Rp13.282 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia tidak berdaya versus , dengan pelemahan terdalam dialami won Korea Selatan sebesar 0,97% dan dolar Taiwan sebesar 0,57%.

Loading...