Data Ekonomi AS dan China Tak Memuaskan, Pelaku Pasar Gusar

USD-dolaramerika akhirnya menyerah dan setelah melalui babak kegusaran investor sepanjang hari ini (2/9). hingga 0,28% atau sebesar 39,5 poin ke level Rp 14.137 per Dolar AS. Dalam sehari, pergerakan berada di dalam batas level Rp 14.098 per Serikat hingga Rp 14.145/. Fenomena yang nyaris menembus level 14.150 ini tak jauh berbeda dengan sejumlah mata ASEAN lainnya yang turut melemah terhadap Dolar.

Rangga Cipta selaku pakar Ekonom dari Samuel Sekuritas Indonesia menyatakan bahwa pasar uang saat ini tengah berfokus pada isu perlambatan ekonomi global, tak terkecuali Amerika Serikat. Data ekonomi yang dirilis oleh AS dan jauh dari kata memuaskan, hingga mendorong IMF untuk bersiap kembali memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global. Alasan inilah yang menimbulkan kepanikan di kalangan para pelaku pasar. “Volatilitas akan tetap tinggi paling tidak hingga meeting di minggu ke-2 bulan September,” ujar Rangga dalam risetnya yang dilansir hari ini.

Sebelumnya, Rupiah telah dibuka melemah pada awal sesi pagi ini. Berdasar pantauan Indeks Dolar Bloomberg, Rupiah pagi ini dibuka melemah 39 poin (0,28%) ke level Rp 14.106 per Dolar AS. Sebaliknya, Dolar menguat di saat yang bersamaan yakni dibuka menguat 0,01% ke level 95,455.

Loading...