Data Ekonomi AS Buruk, Rupiah Melenggang 17 Poin di Awal Dagang

Jakarta – Pergerakan rupiah dibuka 17 poin atau 0,13 persen ke posisi Rp 13.373 per dolar AS pada pagi hari ini, Rabu (12/7). Kemarin rupiah ditutup menguat 0,06 persen atau 8 poin ke Rp 13.390 per dolar AS usai diperdagangkan pada rentang angka Rp 13.375 hingga Rp 13.407 per dolar AS.

Indeks dolar AS terpantau melemah sebesar 0,32 persen ke posisi 95,719 pada akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB. Pelemahan the Greenback disebabkan karena para pelaku pasar tengah mencermati berbagai AS yang memburuk.

Berdasarkan laporan dari Departemen Tenaga Kerja AS pada Selasa (11/7), lowongan pekerjaan di Amerika Serikat turun menjadi 5,7 juta pada hari kerja terakhir bulan Mei 2017. Selama sebulan, perekrutan pegawai naik 5,5 juta dan angka pemutusan hubungan kerja (PHK) naik 5,3 juta Sedangkan Indeks Optimisme Usaha dari Federasi Nasional Usaha Kecil Independen anjlok ke posisi 103,6 pada Juni 2017 dari angka 104,5 pada Mei 2017.

Selain data ekonomi yang tak berhasil memenuhi ekspektasi investor, dolar AS menyentuh level terendah sepanjang bulan Juli 2017 lantaran adanya email Donald Trump Jr ke seorang pengacara Rusia. “Kabar ini menimbulkan kekhawatiran tentang adanya penyelewengan fungsi di Washington,” jelas Omer Esiner, Chief Market Analyst Commonwealth FX, seperti dilansir CNBC.

Dolar AS juga sedang menanti sentimen sinyal kenaikan suku bunga AS pada pernyataan Gubernur Federal Reserve Janet Yellen di hadapan kongres yang akan berlangsung pada Rabu malam nanti. Selain itu para investor juga tengah menanti data inflasi Amerika Serikat yang akan dilaporkan pada Jumat pekan ini.

Di sisi lain nilai tukar rupiah saat ini mengalami normalisasi meskipun isu defisit masih membayangi. Rupiah menguat berkat dukungan Surat Utang Negara (SUN) meski dalam jangka pendek ini penguatan rupiah diperkirakan tak terlalu dalam. Consumer confidence index yang turun juga akan menghambat gerak Garuda. “Rupiah berpeluang mengalami penguatan dengan koreksi dolar index semalam,” kata Analis Samuel Sekuritas, Rangga Cipta.

Loading...