Data Ekonomi AS belum Solid, Rupiah Balik Arah ke Jalur Hijau

Jakarta ditutup 0,21% atau 28 poin di level Rp 13.286 per Dolar AS pada Selasa (10/5). Mulanya, pergerakan terpantau melandai di awal perdagangan seiring dengan penguatan Indeks Dolar AS di pasar spot. Namun, Belakangan mampu membalik keadaan hingga berakhir di jalur hijau.

Rupiah tercatat dibuka pada level Rp 13.332 per Dolar AS, yakni melemah 18 poin dari posisi penutupan di perdagangan Senin (9/5). Sepanjang perdagangan IHSG sesi pertama, Rupiah terus terseret ke teritori negatif akibat pelemahan harga dan komoditas. Posisi Rupiah semakin di saat pemerintah menggelar lelang surat utang .

“Sudah hampir 2 bulan, market (Rupiah di) 13.050-13.250. kali ini tembus 13.300. Minyak melemah, Rupiah melemah, harga komoditas melemah,” ujar Maximilianus Nico Demus. L, Head of Fixed Income Division PT Indomitra Securities saat dihubungi , Selasa (10/5).

Harga minyak mentah Crude pada Selasa pagi turun 0,37% menjadi USD 43,28 per barel. Berkebalikan dengan minyak mentah Brent Crude yang harganya justru menguat 0,02% di level 43,64 dolar AS per barel.

Dalam hasil risetnya, Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta mengatakan, sentimen negatif yang datang dari pertumbuhan produk bruto (PDB) kuartal I 2016 menjadi salah satu sentimen negatif bagi mata uang , seperti halnya Rupiah.

Meski begitu, potensi rupiah untuk berbalik arah masih sangat terbuka menyusul belum adanya dukungan data ekonomi dari Amerika Serikat yang solid untuk mendorong penguatan dolar AS lebih tinggi.

“Di tengah situasi seperti itu, dapat mengembalikan dorongan penguatan mata uang rupiah terhadap dolar AS ke depannya,” kata Rangga dalam hasil risetnya.

Terbukti, Rupiah berbalik menguat tatkala perdagangan menginjak sesi kedua. Awalnya, Rupiah stagnan di level Rp 13.134/USD jelang jeda perdagangan. Pergerakan Rupiah kemudian diketahui semakin membaik ke level Rp 13.296/USD, sekitar pukul 14.44 WIB. Rupiah terus mempertahankan arahnya hingga ditutup pada level Rp 13.286/USD.

Loading...