Daripada Kapalnya Ditangkap, Indonesia Tawarkan China Garap Perikanan Indonesia

Kapal para nelayan merupakan salah satu yang sering ditangkap dan diledakkan karena terbukti mencuri dari perairan Indonesia. Untuk mengatasi masalah tersebut, Indonesia pun mencari solusi dengan mempersilakan Negeri Tirai Bambu itu untuk berinvestasi di sektor perikanan Indonesia.

“Memang ada masalah yang dihadapi nelayan China,” papar Deputi Bidang Kerjasama Kementerian Koordinator Bidang , Rizal Affandi Lukman. “Tetapi, kami sepakat untuk meningkatkan investor pada pengolahan hasil perikanan.”

Ditambahkan Rizal, pebisnis perikanan asal China diminta untuk berinvestasi di Indonesia. Mereka bisa membangun pabrik pengolahan hasil perikanan dan kelautan Tanah Air. “Selain itu, bila ingin menangkap ikan di perairan Nusantara, nelayan China bisa meregistrasikan kapalnya agar berbendera Indonesia. Karena bila ingin beroperasi di Indonesia, harus berbendera Indonesia,” sambungnya.

Senin (9/5) kemarin, pemerintah Indonesia dan China memang mengadakan pertemuan tingkat tinggi di bidang ekonomi yang dilakukan di Hotel Borobudur, Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, Indonesia diwakili oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, sedangkan China diwakili State Counsellor of the people’s Republic of China, H.E Yang Jiechi.

Pertemuan itu membahas beberapa sektor, di antaranya sektor perdagangan hingga . “Ada banyak di bidang pembangunan . Mereka ingin membiayai waduk di Indonesia. Ini khusus dengan China,” pungkas Rizal.

Loading...