Dapat Menghilangkan Tahi Lalat, Biaya Laser CO2 di Natasha Sekitar Rp 1 Jutaan

Tindakan medis laser untukmenghilangkan nevus (tahi lalat) - www.natasha-skin.com

Meski bagi beberapa orang tahi lalat itu bisa mempercantik penampilan dan menciptakan ciri khas tertentu, rupanya bagi sebagian yang lain kehadiran tahi lalat dianggap cukup mengganggu. Oleh sebab itu beberapa orang berupaya untuk menghilangkan tahi lalat dengan berbagai cara, entah dengan cara laser, cauter, hingga operasi, tergantung dari ukuran, kedalaman, dan letak tahi lalat tersebut.

“Umumnya, untuk tahi lalat yang tidak terlalu dalam, dapat dibuang menggunakan treatment laser dan cauter. Sementara tahi lalat yang besar dan dalam sebaiknya dilakukan operasi, karena biasanya akan meninggalkan jaringan parut yang dalam dan butuh dijahit dari dalam,” ungkap dr. Rorent P. Tanudjaja, dokter ahli , seperti dilansir Netralnews.

Dengan menggunakan laser, samping dari penghilangan tahi lalat tersebut biasanya berupa kemerahan, lukanya ringan, dan hanya sebatas luasnya tahi lalat. penyembuhan dari laser tersebut pun cukup cepat, umumnya setelah beberapa hari akan terjadi remodeling secara sempurna. Sedangkan untuk samping tersebut akan hilang dengan sendirinya dalam waktu kurang dari seminggu.

Beberapa kecantikan besar seperti Erha Clinic hingga Natasha Skin Care biasanya menyediakan perawatan atau treatment khusus untuk menghilangkan permasalahan tahi lalat yang mengganggu. Di Natasha Skin Clinic Center, untuk menghilangkan tahi lalat bisa menggunakan treatment laser CO2. Teknik satu ini disebut-sebut mampu menghilangkan nevus (tahi lalat), keratosis seboroik, skintag, dan sebagainya.

laser CO2 di Natasha biasanya dipatok di kisaran Rp 1 jutaan, tergantung kasusnya. Salah satu yang mengaku pernah melakukan treatment untuk menghilangkan keratosis di Natasha tahun 2016 lalu kabarnya menghabiskan sekitar Rp 1,7 juta yang mencakup Rp 1,4 juta untuk tindakan laser CO2 fractional dan sisanya untuk krim perawatan.

Meski perawatan ini kabarnya terasa cukup menyakitkan dan perih, rupanya salah satu pasien bernama Tasya Manuputty memberikan review yang setelah pengalaman menjalani laser CO2 di Natasha. “Asli, cukup berat menjalaninya karena muka masih terasa perih sampai 3 hari setelah laser. Tapi sangat-sangat puas dengan hasil akhirnya,” ujar Tasya di blog pribadinya.

Lewat blognya, Tasya juga memamerkan hasil foto before-after (sebelum dan sesudah) treatment laser CO2. Setelah menjalani treatment, rupanya keratosis atau bintil-bintil hitam di Tasya bisa hilang setelah menjalani masa penyembuhan hingga 1 minggu lamanya.

Loading...