Dana Tax Amnesty Periode Pertama Terkumpul Rp 97,1 Triliun

sri-mulyani-menkeu

– Program telah meraup hampir dua-pertiga dari target pendapatan pada Jumat (30/9) mengalahkan anggapan skeptis setelah taipan dan banyak tokoh penting lainnya yang tiba-tiba muncul di kantor pajak untuk melaporkan aset tersembunyi mereka.

Kebijakan yang diluncurkan pada 1 Juli lalu ini menghasilkan Rp 97,1 triliun pendapatan tambahan untuk negara hingga akhir periode pertama, Jumat pukul 20.00 atau sekitar 62% dari Rp 165 triliun yang ditargetkan oleh hingga Maret 2017. Sekitar Rp 3,54 triliun telah dilaporkan, termasuk Rp 135 triliun telah direpatriasi dari luar negeri.

“Itu masih akan terus bertambah,” ujar Presiden Joko Widodo di Jakarta, Jumat (30/9) malam. “Masih banyak orang antre (untuk mengajukan amnesti) hingga tengah malam.”

Indrawati mengungkapkan tarif pengampunan pajak Indonesia termasuk yang paling rendah dan paling langka jika dibandingkan negara-negara lainnya.

Meski di awal-awal tergolong sepi peminat, pada minggu-minggu terakhir usai pemerintah memberi pedoman lebih teknis dan prosedur yang jelas, para orang Indonesia yang kaya mulai bermunculan di kantor pajak di Jakarta maupun kota besar lainnya, di antaranya adalah James Riady, wakil ketua Lippo Group.

“Kami sangat menghargai inisiatif pemerintah ini untuk melaksanakan reformasi pajak, dimulai dengan amnesti pajak ini, yang intinya adalah tombol reset yang memungkinkan orang untuk masuk ke sistem,” ujar James Riady.

Selain James Riady, nama-nama terkemuka lainnya seperti CEO Adaro Energy Garibaldi Thohir, Hutomo ‘Tommy’ Mandala Putra, Aburizal Bakrie, hingga pengacara Hotman Paris juga turut serta dalam program tax amnesty.

Dalam dua periode berikutnya, kantor pajak akan menargetkan usaha kecil dan menengah, karena mereka dapat menikmati tarif deklarasi datar dari 0,5-2% tergantung dari skala usaha. Selain itu, Menkeu mengatakan, perluasan data wajib pajak akan membantu meresmikan Indonesia.

“Kegiatan yang sampai saat ini tidak tercatat akhirnya telah tercatat. Hal ini baik untuk yang lebih formal sebagai fondasi yang lebih kuat bagi perekonomian Indonesia,” ujarnya.

Loading...