Dampak Rudal Korut Belum Mereda, Rupiah Dibuka Melemah 4 Poin

Jakarta – Mengawali di spot pagi hari ini, Rabu (30/8), dibuka 4 poin atau 0,03 persen ke posisi Rp 13.344 per AS. Sebelumnya, Selasa (29/8), Garuda berakhir stagnan di level Rp 13.340 per AS setelah bergerak di rentang angka Rp 13.355 hingga Rp 13.350 per .

Sedangkan indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the Greenback terhadap 6 mata uang utama terpantau diperdagangkan bervariasi. Dolar AS dilaporkan menguat 0,01 persen menjadi 92,214 di akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB di tengah kondisi menegangkan pasca peluncuran rudal oleh Republik Demokratik Rakyat Korea (DPRK) atau Korea Utara. Selain itu kerusakan parah karena adanya badai Harvey juga menjadi ancaman untuk the Greenback.

Korea Utara yang dipimpin oleh Kim Jong Un meluncurkan sebuah rudal pada Selasa (29/8) pagi dan rudal tersebut jatuh ke Samudra Pasifik di Hokkaido usai melalui Kepulauan Jepang. Kondisi ketegangan antara Amerika Serikat dan Korea Utara telah memanas sejak awal bulan lalu. Di sisi lain, para juga tengah mencermati sektor energi AS lantaran berdasarkan teranyar, badai Harvey telah menimbulkan kerusakan besar dan memaksa terjadinya evakuasi di wilayah Texas.

Diluncurkannya rudal milik Korut ini pun berdampak pada aset-aset safe haven seperti logam mulia. Pasca aksi Kim Jong Un tersebut, para investor pun berbondong-bondong mengalihkan asetnya ke logam mulia. Alhasil, beberapa mata uang lain seperti rupiah pun mengalami pelemahan dan nilai logam mulia saat ini naik dari 1.300 dolar AS menjadi 1.326 dolar AS. Emas pun juga ikut mengalami kenaikan di tengah gejolak politik tersebut.

“Sentimen menjadi pukulan di atas semua kekhawatiran yang meningkat setelah Korea Utara menembakkan senjata yang dianggap sebagai senjata balistik di utara Jepang pada dini hari Selasa. Beberapa ahli berpikir bahwa rudal itu bisa cukup kuat untuk berpotensi membawa hulu ledak nuklir,” kata analis pasar di Forex.com, Fawad Razaqzada, seperti dilansir Winnet.

“Investor khawatir bahwa ini dapat menyebabkan pembalasan dari tidak hanya Jepang dan Korea Selatan tapi juga AS, terutama mengingat retorika Donald Trump yang dikatakan beberapa minggu yang lalu. Ini adalah kabar baik bagi emas, karena tidak hanya menguntungkan dari perdagangan ‘risk-off’ saat ini namun juga dolar yang lebih lemah,” tandasnya.

Loading...