Dampak Larangan Transaksi di India, Harga Bitcoin Hari Ini Terpantau Turun

Bitcoin - qz.comBitcoin - qz.com

hari ini, Sabtu (14/7) terpantau 0,10 persen ke posisi 6.211,65 atau sekitar Rp 89,3 jutaan setelah dibuka di level 6.217,61. Berdasarkan data Coindesk Price Index (BPI), sepanjang hari ini, telah diperdagangkan pada kisaran USD 6.209,16 hingga USD 6.275,56 dengan pangsa sebesar USD 107 miliar.

Minggu ini bitcoin masih berada dalam tren melemah dan menderita kerugian tambahan. digital satu ini naik ke level tertinggi mingguan sebesar USD 6.810,90 pada (7/7). Harga bitcoin kemudian berfluktuasi antara USD 6.600 hingga USD 6.800 beberapa hari kemudian, sebelum mencapai level tertinggi lokal USD 6.791,59 pada (9/7) dan kembali menurun. Pada (12/7), cryptocurrency ini mencapai level terendah mingguan USD 6.087,73, sekitar 10,6% di bawah level tertinggi mingguan.

“Pola bitcoin gagal mendapatkan kembali level kunci USD 7.000. Pola ‘air terjun’ kita ikuti sekarang menyerukan penjualan yang kejam,” ujar Jon Pearlstone, penerbit newsletter Cryptopatterns, seperti dilansir Forbes.

Trevor Gerszt, CEO Coin IRA berpendapat senada, bahwa bitcoin menderita di bawah beberapa tekanan yang sama seperti yang mempengaruhi emas. Seperti diketahui, baik bitcoin dan emas sementara ini hanya merupakan aset alternatif. “Sehingga merupakan salah satu aset pertama yang akan dilikuidasi ketika investor marginal membutuhkan uang tunai,” ujarnya.

“Kita melihat penurunan dalam perdagangan Bitcoin dari China karena tindakan keras pemerintah, dan penurunan dalam perdagangan karena investor yang kurang serius meninggalkan pasar, sehingga kombinasi dari faktor-faktor ini menempatkan tekanan pada harga bitcoin,” sambungnya.

Terlebih belum lama ini penggemar bitcoin di India mengalami masalah yang cukup serius. Reserve of India (RBI) mengeluarkan pemberitahuan pada 5 April 2018 lalu kepada semua lembaga keuangan untuk menghentikan segala layanan hingga bisnis yang berurusan dengan kripto seperti bitcoin dalam waktu 3 bulan.

Pemberitahuan dari RBI ini tentu saja menempatkan beberapa bank dalam perbaikan, apakah akan memungkinkan pelanggan mereka bertransaksi dengan pertukaran kripto yang berbasis di India atau tidak. Sementara sebagian besar bank memiliki keluar dari mania Bitcoin, beberapa yang lain tetap melayani hingga (5/7).

Loading...