Dampak Demo Cuma Temporal, Rupiah Ditutup Menguat di Akhir Pekan

aksidamai411#aksidamai411 @simonroughneen

Aksi di Jakarta pada Jumat (4/11) ini ternyata hanya membawa dampak negatif temporal pada . Menurut laporan Index pukul 15.59 WIB, setelah melemah di awal hingga pertengahan dagang, mata uang Garuda mampu bangkit sehingga ditutup menguat 7 poin atau 0,05% ke level Rp13.068 per dolar AS.

Di awal dagang, rupiah memang terpantau anjlok 13 poin atau 0,10% ke posisi Rp13.088 per dolar AS. Istirahat siang, mata uang Garuda kembali 20 poin atau 0,15% ke Rp13.095 per dolar AS. Namun, jelang penutupan atau pukul 15.48 WIB, spot mampu bangkit dengan menguat 7 poin atau 0,05% ke level Rp13.068 per dolar AS yang bertahan hingga akhir dagang.

Sebelumnya, Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta, menuturkan bahwa rupiah tertekan isu domestik seiring demonstrasi yang berlangsung di Jakarta . “Faktor domestik yang semakin negatif, termasuk kekhawatiran demonstrasi yang bisa berujung kerusuhan, menjadi penyebab utama kenapa rupiah melempem di awal dagang,” kata Rangga.

Senada, dan Divisi Treasury Bank Indonesia, Trian Fatria, juga mengungkapkan bahwa rencana demo memang menimbulkan kekhawatiran pada pelaku pasar. Hampir semua instrumen keuangan terkoreksi, termasuk rupiah dan (indeks saham gabungan). “Rupiah bisa bergerak di kisaran Rp13.025 hingga Rp13.125 per dolar AS pada hari ini,” ujarnya.

Meski demikian, pelemahan mata uang domestik ini diperkirakan hanya terjadi sementara saja. Jika sentimen global membaik, maka rupiah bisa kembali ke jalur positif. “Jadi, aksi demo hari ini saya rasa tidak perlu ditanggapi secara berlebihan,” timpal Ekonom , Josua Pardede.

“Dana tax amnesty juga masih akan masuk dalam waktu dekat sehingga bisa meredam sentimen negatif terhadap rupiah,” sambungnya. “Kalau yang tercatat di DJP, total yang akan masuk Rp140 triliun. Saya kira ini bakal mendorong pergerakan mata uang dalam negeri.”

Loading...