Dalam Negeri Optimis Rupiah Akan Stabil di 2016

Jakarta – Pergerakan nilai tukar di tahun 2016 diperkirakan cenderung stabil karena ditopang oleh sejumlah sentimen positif, begitu setidaknya hasil prediksi dari . Pada hari Jumat lalu (18/12), menetapkan Garuda pada level Rp 14.032/USD. Posisi ini sedikit lebih rendah dari hari sebelumnya (17/12) yakni pada level Rp 14.028/USD.

Analis PT Esandar Arthamas Berjangka Tonny Mariano mengamini pernyataan BI. Tonny memprediksi Rupiah akan terhadap AS dalam sepekan ke depan, namun pergerakannya terbatas karena terpotong hari libur nasional. Kenaikan suku bungan , serta defisit anggaran pemerintah dan neraca perdagangan masih menjadi faktor yang paling mempengaruhi Rupiah.

Kebutuhan akan Dolar AS jelang akhir tahun dipastikan meningkat guna pembayaran utang korporasi. “Namun saya pikir tidak akan signifikan karena banyak perusahaan yang sudah membeli dollar saat rupiah masih menguat,” kata Tonny.

David Sumual, Ekonom PT Bank Central Asia Tbk, menyatakan bahwa Rupiah memang sempat melemah beberapa hari lalu lantaran para melakukan antisipasi jelang kenaikan Federal Reserve. Tak disangka, keputusan tersebut untuk menaikkan suku bunga menjadi 0,5% justru mendongkrak naik Rupiah. Rupiah juga semakin diuntungkan manakala BI memutuskan untuk mempertahankan suku bunga di level 7,5%.

Loading...