Katalog Produk Beragam, Berikut Daftar Harga Kaca Asahimas

Produk Kaca di Pasaran - info-bedahrumah.blogspot.comProduk Kaca di Pasaran - info-bedahrumah.blogspot.com

PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) termasuk salah satu produsen kaca terkemuka di Indonesia. Range kaca Asahimas cukup luas. Ada beragam katalog yang ditawarkan oleh Asahimas dengan harga yang pula, mulai dari kaca Indoflot (clear flot glass), Panasap (tinted float glass), Stopsol (pyrolytic reflective glass), Sunergy (pyrolytic solar control low – e glass), Planibel G (pyrolytic low – e glass), T-Sunlux (temperable magnetron reflective glass), Stropray, Mirror, Indofigur (patterned glass), Lacobel (painted glass), dan Decomirror (tinted mirror).

Sebagai gambaran, untuk price list kaca polos Asahimas 5mm dijual sekitar Rp135 ribu per m2 (meter persegi), kaca polos 6 mm Asahimass harganya Rp185 ribu per meter persegi, kaca polos 8 mm Asahimas Rp260 ribu per m2, dan masih banyak lagi atau lainnya.

PT Asahimas Flat Glass Tbk sendiri berencana untuk mengoptimalkan penjualan produk kaca bernilai tambah (value added) di sepanjang tahun 2021 ini karena prospek bisnis yang menarik. AMFG sudah menanamkan beberapa tahun belakangan untuk kaca coating.

“Investasi yang masih baru adalah pembangunan fasilitas kaca offline coating yang sudah diresmikan pada tahun 2019, kami melihat prospek ke depannya kaca value added yang hemat energi akan semakin tinggi permintaannya,” kata Sekretaris Perusahaan Asahimas Flat Glass, Adimulya Sukmana, seperti dilansir Kontan.

Produk offline coating biasanya dipakai di gedung-gedung yang membutuhkan kaca hemat energi namun pencahayaan tetap dapat masuk ruangan dengan cukup baik. Sedangkan online coating merupakan kaca dengan tingkat refleksi cahaya yang rendah.

“Untuk belanja modal yang disiapkan di sepanjang 2021 tidak ada investasi besar seperti tahun-tahun sebelumnya sehingga hanya capex rutin saja,” imbuh Adimulya. Ia juga mengharapkan kegiatan ekonomi dapat berjalan normal dan mengembalikan penjualan AMFG seperti kondisi sebelumnya.

“Seharusnya tumbuh, tetapi karena AMFG adalah properti dan otomotif yang mana keduanya mengalami penurunan permintaan yang tajam karena kondisi ekonomi yang melemah akibat corona, maka overall performance AMFG juga belum terlalu baik,” tandas Adimulya.

Loading...