Cuek dengan Aksi 299, Rupiah Melaju di Akhir Pekan

Aksi 299 yang digelar hari ini (29/9) untuk menolak Perppu Ormas dan kebangkitan Partai Komunis Indonesia ternyata tidak terlalu berpengaruh terhadap pergerakan . Menurut catatan Index pukul 15.59 WIB, NKRI justru mampu menutup dengan penguatan sebesar 43 poin atau 0,32% ke level Rp13.472 per dolar AS, sekaligus mengakhiri tren negatif dalam beberapa hari terakhir.

Sebelumnya, pada penutupan Kamis (28/9) kemarin, rupiah berakhir melemah 70 poin atau 0,52% di posisi Rp13.515 per dolar AS. Namun, pagi tadi, mata uang Garuda mampu rebound dengan dibuka menguat 40 poin atau 0,30% menuju level Rp13.475 per dolar AS. Sepanjang hari ini, spot bergerak di kisaran Rp13.438 hingga Rp13.502 per dolar AS.

Hari ini, sejumlah organisasi kemasyarakatan Islam menggelar Aksi 299 untuk menolak Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Ormas (Perppu Ormas) dan kebangkitan Partai Komunis Indonesia. Diperkirakan, ribuan massa melakukan aksi di Kompleks Parlemen di Senayan setelah salat Jumat.

Meski demikian, aksi tersebut tampaknya tidak berpengaruh besar terhadap pergerakan rupiah dan juga IHSG. Pasalnya, beberapa aksi lain yang sudah berlangsung sebelumnya sudah terbukti tidak memengaruhi . “Kita sudah melewati beberapa aksi dan saham tidak terpengaruh. Artinya, demokrasi adalah hal yang biasa bagi para investor,” ujar Direktur Investa Saran Mandiri, Hans Kwee.

Dari pasar , indeks dolar AS sebenarnya kembali melanjutkan tren penguatan ketika investor mencermati rencana reformasi pajak dari Presiden Donald Trump dan juga rencana kenaikan suku bunga . Pagi tadi pukul 10.16 WIB, mata uang Paman Sam terpantau naik 0,134 poin atau 0,14% menuju level 93,219 setelah sebelumnya ditutup di posisi 93,085.

Pada Rabu (27/9) waktu setempat, Trump mengajukan usulan perombakan pajak AS terbesar dalam tiga dekade, menyerukan pemangkasan tarif pajak bagi kebanyakan warga AS. Harapan baru untuk reformasi pajak AS, serta pernyataan Gubernur The Fed, Janet Yellen, yang menekankan perlunya kenaikan suku bunga lanjutan secara bertahap, mampu menyokong gerak dolar AS sepanjang pekan ini.

“Namun, tampaknya pedagang mengambil keuntungan usai reli yang dilakukan dolar AS,” jelas kepala perdagangan di Asia Pasifik untuk OANDA di Singapura, Stephen Innes. “Ini juga merupakan realisasi bahwa kita telah melalui arah reformasi pajak ini sebelumnya, dan saya rasa ini tidak akan mudah karena akan ada tinjauan dan perdebatan.”

Loading...