Covid-19 Menggila, Resesi Hebat Intai Ekonomi AS

Virus Corona Covid-19 - pixabay.comVirus Corona Covid-19 - pixabay.com

WASHINGTON – Resesi hebat mungkin sudah dimulai ketika AS memutuskan menutup hampir seluruh kegiatan ekonomi mereka untuk mencegah penyebaran Covid-19 lebih lanjut. Jika pemerintah Negeri Paman Sam mampu mengendalikan melalui langkah-langkah yang cepat dan tepat, itu mungkin menawarkan rebound ekonomi berbentuk V pada tahun 2021 mendatang.

“Deklarasi darurat nasional Presiden AS, Donald Trump, pada hari Jumat (13/3) tampaknya hampir anti-klimaks,” ujar Bill George dari Harvard Business School dan mantan CEO Medtronic, dilansir Fortune. “Sementara itu, bursa saham telah mengindikasikan resesi yang akan datang selama dua minggu, karena saham telah berputar liar, turun 20% menurut analisis Dow Jones Industrial Average di Yahoo Finance.”

Setelah pemotongan darurat sebesar 50 basis poin di awal Maret 2020, atau setengah poin persentase, kembali memangkas suku bunga mereka pada hari Minggu (15/3) malam waktu setempat. Kali ini, bank sentral AS menurunkan suku bunga menjadi 0% (tambahan 100 basis poin), di samping memompa 700 miliar ke dalam perekonomian.

“Terlepas dari langkah dramatis itu, saham jatuh lebih jauh pada hari Senin (16/3) karena investor mempertanyakan apakah penurunan suku bunga lebih lanjut akan merangsang orang untuk membeli rumah atau mobil baru, atau perusahaan mampu meningkatkan belanja mereka,” sambung George. “Siapa yang mungkin akan menandatangani investasi baru sekarang?”

George melanjutkan, para pembuat kebijakan harus menerima kenyataan bahwa cara terbaik untuk menjadikan ini resesi yang singkat dan tajam adalah dengan fokus sepenuhnya pada penghentian penyebaran Covid-19. Pemerintah federal AS harus meminta warganya untuk secara sukarela mengkarantina diri di rumah sampai periode infeksi puncak berlalu, seperti yang telah dilakukan banyak negara.

“Ini bisa membuat penyebaran penyakit berakhir lebih cepat dan karenanya memungkinkan dimulainya kembali aktivitas ekonomi secara normal lebih cepat,” tambah George. “Untuk sementara, ini akan mengurangi aktivitas ekonomi konsumen AS, kecuali untuk pembelian secara daring dan makanan esensial dan obat-obatan, tetapi itu mungkin menjadi cara tercepat untuk melewati resesi.”

Pertanyaannya sekarang adalah berapa lama resesi ini akan berlangsung. Dalam istilah ekonom, akankah itu resesi berbentuk V, resesi berbentuk U, atau resesi berbentuk L? Resesi berbentuk V akan menunjukkan penurunan tajam untuk beberapa bulan ke depan, diikuti oleh cepat pada awal 2021. “Dalam hal ini, ekonomi akan mengikuti pola yang mirip dengan awal 1950-an, ketika ekonomi AS turun selama 12 bulan, diikuti oleh pemulihan di 12 bulan berikutnya,” papar George.

“Resesi hebat pada tahun 2008 lalu mengikuti bentuk L karena butuh hampir empat tahun untuk pemulihan ke tingkat pra-2008,” imbuh George. “Mengecilkan tanggapan terhadap Covid-19 dapat meningkatkan peluang AS jatuh ke dalam resesi berbentuk L yang jauh lebih parah, yang bertahan lama dengan hanya pertumbuhan biasa-biasa saja ketika berhasil rebound.”

Loading...