Covid-19 Hancurkan Ekonomi Global, Miliarder Justru Makin Kaya

Miliarder Makin Kaya - www.livemint.comMiliarder Makin Kaya - www.livemint.com

WASHINGTON – Meskipun pandemi virus corona menjadi pukulan besar bagi di seluruh , fakta menyebutkan bahwa hampir 75 persen miliarder AS malah telah mengumpulkan kekayaan lebih besar. Memanfaatkan keuntungan dari yang goyah, sekitar tiga dari empat miliuner Negeri Paman Sam telah meningkatkan bersih mereka sejak wabah Covid-19 melanda Maret lalu.

Dilansir dari TRT World, setidaknya, 16 miliarder AS dilaporkan mampu menggandakan kekayaan bersih mereka sejak awal pandemi. Jeff Bezos, pendiri dan CEO perusahaan multinasional Amazon, diperkirakan akan menjadi lebih kaya 73 miliar dolar AS dan konon sudah memiliki kekayaan 113 miliar dolar AS pada awal tahun. Sementara, Mark Zuckerberg, pendiri , menambahkan 46 miliar dolar AS ke kekayaannya selama pandemi. Modal bersih SpaceX dan CEO Tesla, Elon Musk, juga meroket dari 25 miliar dolar AS menjadi 92 miliar dolar AS.

Untuk kasus Jeff Bezos, tampaknya dia mendapat rezeki karena Amazon membukukan keuntungan besar saat virus corona mendorong orang-orang untuk berbelanja secara , termasuk . Menurut Edison Trends, sebuah perusahaan riset digital, penjualan bahan secara online meningkat hampir 90 persen, sedangkan layanan pesan-antar melonjak menjadi lebih dari 50 persen sejak Maret hingga pertengahan April.

Miliarder juga memperoleh keuntungan dengan berinvestasi di tempat-tempat seperti pasar saham. Misalnya, meski jatuh 35 persen pada Februari lalu, Dow Jones dan S&P 500 mengembalikan level pra-pandemi hanya dalam jangka waktu empat bulan, yang berarti ini mungkin pemulihan tercepat yang pernah tercatat.

Selain itu, banyak perusahaan besar yang mengambil bagian terbesar dari paket stimulus ekonomi yang diluncurkan untuk meringankan atau meminimalkan efek negatif dari pandemi. Di AS, pajak yang diterima dari miliarder telah turun 79 persen sejak 1980. Terlebih, serikat pekerja mewakili 25 persen dari total angkatan kerja di negara itu pada 1979. Namun, representasi serikat pekerja sekarang telah turun menjadi 10 persen.

Berbanding terbalik, menurut laporan Bank Dunia baru-baru ini, kemiskinan ekstrem global diperkirakan akan meningkat untuk pertama kalinya dalam abad ini karena ‘pandemi Covid-19 menambah kekuatan konflik dan perubahan ’.  Pandemi Covid-19 diperkirakan akan mendorong 88 hingga 115 juta orang ke dalam kemiskinan ekstrem tahun ini, dengan total meningkat menjadi 150 juta pada 2021, tergantung pada tingkat keparahan kontraksi ekonomi, tulis laporan itu. Kemiskinan ekstrem sendiri didefinisikan sebagai hidup dengan kurang dari 1,90 dolar AS per hari.

“Pandemi dan resesi global dapat menyebabkan lebih dari 1,4 persen populasi dunia jatuh ke dalam kemiskinan ekstrem,” kata Presiden Grup Bank Dunia, David Malpass. “Untuk membalikkan kemunduran yang serius, negara-negara perlu mempersiapkan ekonomi yang berbeda pasca-corona, dengan mengizinkan modal, tenaga kerja, keterampilan, dan inovasi untuk pindah ke bisnis dan sektor baru.”

Loading...