Cocok untuk Tanaman Sawit, Berapa Harga Pupuk NPK Mahkota Granular?

Ilustrasi : Seseorang sedang memupuk tanaman - www.ruangtani.com

NPK merupakan salah satu buatan berbentuk cairan atau granular (butiran) yang paling umum digunakan. Mengandung unsur hara utama nitrogen, fosfor, dan kalium, majemuk ini sering digunakan untuk tanaman sawit dan palawija. Salah satu NPK granular yang cukup populer di Tanah Air adalah Mahkota, yang saat ini dengan harga sekitar Rp290 ribuan per 50 kg.

“Kenapa harus memilih pupuk NPK? Karena pupuk ini lebih efektif dan efisien serta menyediakan berbagai unsur hara sekaligus,” tulis PT Sentana Adidaya Pratama selaku pupuk Mahkota, di dalam resminya. “Selain itu, pupuk ini juga mudah dalam hal penentuan aplikasi di lapangan, tidak mengganggu kesehatan petani atau pekerja, dan menghemat sewa gudang (jika harus sewa gudang).”

Khusus untuk pupuk NPK granular, Mahkota memiliki beberapa varian, salah satunya NPK 13-6-27-4 + 0.65B. Pupuk ini dikatakan untuk nursery dan pembibitan origin Indonesia dan diprioritaskan untuk tanaman fase TM (tanaman menghasilkan). Pupuk ini diklaim memiliki kandungan K2O tinggi yang sangat bermanfaat untuk fase generatif.

Di samping itu, ada juga varian NPK 15-15-6-4 yang didesain khusus untuk tanaman perkebunan yang memiliki sistem gradual release (keluar secara bertahap), yang cocok untuk nursery dan pembibitan. Aplikasi pupuk ini disarankan sebanyak 20% sebagai pupuk dasar, 30% untuk pupuk di awal pertumbuhan, 30% menjelang pembungaan, dan 20% untuk pengisian buah dan biji.

Tidak sulit menemukan pupuk NPK granular merek Mahkota. Anda bisa membelinya di berbagai pertanian maupun situs online. Salah satu toko pertanian mematok pupuk ini dengan harga sekitar Rp200 ribuan, sedangkan pedagang di salah satu situs beli online menjual pupuk NPK granular merek Mahkota dengan harga Rp290 ribuan untuk kemasan 50 kg.

“Pupuk ini sebenarnya diprioritaskan untuk digunakan di pembibitan dan tanaman belum menghasilkan (TBM),” tulis Gudang Pupuk. “Namun, pupuk ini juga dapat digunakan pada tanaman menghasilkan, untuk perkebunan yang memiliki status N dan P yang rendah dengan tambahan hara K sesuai dengan rekomendasi dari lembaga penelitian.”

Loading...