Cocok untuk Dekorasi, Satu Tangkai Bunga Krisan Dijual Mulai Rp3.500

krisan di Tanah Air tampaknya makin berkembang dari tahun ke tahun. Pasalnya, akan bunga hias ini memang selalu meningkat. Keindahan bunga krisan agaknya sudah memikat hampir semua di Indonesia.

Di Kota , Jawa Timur, misalnya, dalam satu kali pengiriman di tahun 2016 ini, para petani bisa mengirimkan sekitar 4.000 batang bunga krisan per hari. Padahal, di tahun 2015 lalu, petani rata-rata hanya mampu mengirimkan 2.000 batang bunga krisan per hari. Karena itu, jumlah petani bunga krisan yang awalnya kurang dari 100 orang, kini sudah melebihi angka tersebut.

“Awalnya, petani bunga krisan di wilayah ini cuma sedikit,” jelas Ketua Tani Mulya Jaya, Desa Sidomulyo, Kota Batu, Nuryono. “Namun, sekarang jumlah petani bunga krisan sudah mencapai lebih dari 200 orang.”

Peminta bunga krisan dari Kota Batu sendiri berasal dari Surabaya, Semarang, hingga Bali dan Kalimantan. “Sekarang, rata-rata petani menjual lewat jalur , sehingga lebih mudah diakses ,” sambungnya.

Budidaya bunga krisan juga merembet ke wilayah Batang. Pada Rabu (14/12) lalu, Bupati Batang, Yoyok Riyo Sudibyo, melakukan panen perdana tanaman hias krisan di Desa Wonobodro, Kecamatan Blado. Panen perdana ini merupakan kerja sama Pemerintah Kabupaten Batang dan Badan Litbang Kementerian Pertanian Indonesia.

“Kebun bunga krisan dibangun di dua desa, yaitu Desa Wonobodro dan Desa Keteleng,” jelas Sekretaris Bappeda Batang, Bambang Suryantono Sudibyo. “Sementara, pelaksana kegiatan adalah kelompok wanita tani dua desa tersebut, dengan umur panen tanaman hias krisan adalah tiga bulan.”

Bunga krisan sendiri memiliki manfaat bermacam-macam. Bunga ini bisa digunakan sebagai dekorasi panggung, acara pernikahan, atau untuk penghias meja rumah dan mengisi meja kantor. Untuk pasar lokal, satu tangkai bunga hias ini sekarang di kisaran harga Rp3.500. Jika ingin berhemat, konsumen bisa membeli satu ikat bunga krisan dengan harga mulai Rp15.000.

Loading...