Cocok Ditambahkan Pada Kue & Es, Harga Susu Omela Per Dus Sekitar Rp 300 Ribuan

harga, susu, omela, per, dus, kandungan, es, kue, di, pasaran, satuan, isi, kaleng, toko, grosir, online, kental, manis, krimer, nabati, berbeda, SKM, KKM, BPOM, iklan, angka, giziIlustrasi: susu kental manis dituangkan dalam gelas (youtube: Tribunnews.com)

Di bawah bendera Frisian Flag, ada satu krimer kental manis yaitu Omela. Produk tersebut adalah krimer kental manis yang dapat digunakan untuk menambah kelezatan pada makanan dan yang Anda buat.

Omela krimer kental manis dinilai dapat melengkapi asupan gizi harian Anda karena mengandung zat gizi makro (protein, karbohidrat dan lemak) serta 3 Vitamin (vitamin A, B1 dan D3) serta 4 mineral (Kalsium, Fosfor, Natrium dan Kalium).

Dengan yang gurih dan lezat, Omela krimer kental manis dapat digunakan untuk menambah nikmat kopi, teh, es campur, es buah serta berbagai macam penganan seperti kue-kue, martabak, pisang dan roti bakar.

Di , harga satuan susu Omela adalah sekitar Rp 8 ribuan. Sementara bagi Anda yang ingin membeli dalam jumlah lebih banyak misal dalam kemasan dus juga bisa. Harga jualnya sekitar Rp 384 ribuan. Dalam 1 dus itu berisi 48 kaleng.

Jika ingin membeli dalam kemasan dus, biasanya Anda bisa menemuinya di toko grosir. Kini, pembelian produk kebutuhan tangga seperti itu sudah lebih mudah, karena Anda bisa membelinya secara online.

Meskipun di situs resminya tertulis jika Omela merupakan krimer kental manis, ternyata kedua hal itu berbeda. Menurut Direktur Pengawasan Pangan Risiko dan Teknologi Baru Tetty Helfery menegaskan jika susu kental manis (SKM) adalah produk yang mengandung susu. Ada juga krimer kental manis (KKM) bisa mengandung atau susu.

“Susu kental manis mengandung susu. Sementara krimer kental manis yang memasukkan susu tapi kandungan susunya lebih kecil dari susu kental manis,” ujar Tetty.

Keduanya, SKM dan KKM masuk dalam 9 subkategori susu kental yaitu susu evaporasi. Kesembilan produk itu adalah susu skim evaporasi, susu lemak nabati evaporasi, susu kental manis, susu kental manis lemak nabati, susu skim kental manis, krim kental manis, krimer kental manis, dan khoa.

Untuk SKM, menurut Tetty, berasal dari nabati. Untuk angka-angka gizi baik SKM maupun KKM diatur dalam buku kategori pangan BPOM. Kemudian hal ini juga diatur dalam peraturan Kepala BPOM. “Kami (BPOM) sudah mengatur di label supaya produsen menulis sesuai kandungannya,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan Minuman Indonesia (GAPPMI) Adhi S Lukman mengakui bahwa KKM memang berbeda dengan SKM. Jadi, menurutnya, kedua produk tersebut tidak sama.

SKM bukan merupakan produk yang berbahaya untuk dikonsumsi masyarakat. Hanya saja, SKM seharusnya sekadar dijadikan sebagai produk untuk pelengkap sajian makanan bukan untuk pemenuh kebutuhan nutrisi.

BPOM memastikan SKM tidak berbahaya. Hanya ada beberapa iklan dan label SKM yang memberi persepsi berbeda soal SKM. Menurut BPOM, ada iklan dan label yang mengabarkan bahwa produk SKM mengandung susu yang cukup untuk kebutuhan angka kecukupan gizi.

Loading...