Cina Melonggarkan Patokan Nilai Yuan terhadap Dollar AS

Tindakan yang melonggarkan batas penukaran Yuan terhadap AS dan sebaliknya pada hari Jumat (11/12) berbarengan dengan masuknya Yuan pada keranjang mata uang internasional special drawing rights (XDR or SDR) di malam menjelang kenaikan AS. Kebijakan yang akan bergerak minggu depan, dan kenaikan lebih lanjut di tahun-tahun mendatang dapat menjadikan nilai tukar Dolar AS semakin tinggi terhadap sebagian besar mata uang utama di seluruh dunia.

Hal itu dianggap sebegai pertimbangan Beijing untuk mencegah keruntuhan ekonomi mereka. Penguatan Yuan dianggap akan merugikan , terutama di bidang ekspor.

“Itulah alasan pertama mengapa keputusan ini dianggap menguntungkan. Nilai Yuan sudah terlalu tinggi, lebih tinggi daripada jika ia benar-benar beredar di pasar bebas. Jika Federal Reserve menaikkan suku bunga ke depannya, maka dolar kemungkinan juga akan meningkat. Dan jika Yuan dipatok terhadap Dolar (seperti saat ini), maka Yuan akan ikut naik. Namun, jika Yuan lebih tinggi dari yang seharusnya , maka hal ini sudah menjadi keinginan Cina dari awal”, ungkap Tim Worstall dari Adam Smith Institute di London.

Dalam uraiannya yang dimuat di Forbes, Tim Worstall mengungkapkan bahwa alasan logisnya adalah bahwa jika Cina menerapkan pematokan terhadap mata uangnya, maka bisa dipastikan sebaiknya Cina tidak hanya memiliki satu mata uang utama. Akan lebih baik jika Cina memiliki patokan terhadap sekeranjang mata uang, dimana di dalamnya adalah mata-mata uang utama yang mencerminkan neraca perdagangannya.

Di pasar bebas, tanpa kontrol modal oleh negara, akan membuat Yuan keluar secara besar-besaran dari Cina untuk diinvestasikan di luar negeri. Jika hal ini tak dicegah, bukan tak mungkin nilai Yuan akan menjadi lebih tinggi terhadap Dolar. Hal ini sama sekali bertentangan dengan apa yang diklaim, bahwa manipulasi justru akan membuat ekspor China ke AS menjadi lebih mahal, bukannya .

Loading...