China Jadi Investor Terbesar Kedua di Indonesia, Singkirkan Jepang

JAKARTA – menyalip sebagai langsung asing terbesar kedua di pada kuartal keempat 2016, sekaligus sebagai pertanda berkembangnya pengaruh negara tersebut dalam terbesar di Asia Tenggara. Namun, nafsu Negeri Tirai Bambu di tahun 2017 masih akan dipengaruhi tanda-tanda ketidakstabilan dalam negeri, perubahan peraturan, dan dolar AS yang kuat.

Menurut Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada Rabu (25/1), realisasi China di Indonesia selama Oktober hingga Desember 2016 mencapai 1,075 miliar dolar AS, naik hampir lima kali lipat dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Sementara, Jepang ke tempat ketiga dengan sebesar 902,7 juta dolar AS, naik lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Meski demikian, untuk setahun penuh, investasi Jepang di Indonesia mencapai 5,40 miliar dolar AS, jauh di atas China dengan angka yang ‘hanya’ 2,67 miliar dolar AS. Sementara, Singapura masih menjadi investor langsung terbesar bagi Indonesia, sekaligus menjadi pusat keuangan untuk perusahaan Jepang dan lainnya yang berinvestasi di Indonesia.

“Untuk negara kita, investasi Singapura dan Jepang memang masih lebih besar,” ujar Kepala BKPM, Thomas Lembong. “Namun, pesat China membuat investasi negara tersebut meningkat cukup drastis dan tinggal menunggu waktu untuk mengambil alih.”

Meski demikian, apakah tren ini akan berlanjut pada tahun 2017, masih perlu dilihat. Dakwaan penistaan agama terhadap Gubernur DKI Jakarta non-aktif, Basuki Tjahaja Purnama, yang merupakan etnis Tionghoa, telah meningkatkan ketegangan rasial menjelang pemilihan Gubernur DKI Jakarta pada Februari mendatang. “Situasi politik dalam negeri menjadi faktor utama untuk investasi pada tahun ini,” sambungnya.

Sementara itu, Ketua Kamar Dagang Indonesia, Liky Sutikno, baru-baru ini juga mengatakan dalam sebuah forum bahwa pemodal atau investor asal China sekarang melihat Indonesia sebagai yang penuh risiko. Perpecahan juga mulai muncul di industri pertambangan, dengan beberapa perusahaan yang berinvestasi di smelter tidak dapat menginstal mesin dari China karena mereka tidak bisa membawa para pekerja.

Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung sejauh 140 km akan menjadi tes apakah pemerintah China dan Indonesia akan berusaha untuk lebih meningkatkan hubungan ekonomi mereka atau tidak. Proyek senilai 4,3 miliar dolar AS itu bakal menjadi simbol pengaruh China di negara ini, meski kemajuan untuk megaproyek ini masih relatif kecil.

Loading...