China Hapus Gugatan Online Mengenai Polusi Udara

BEIJING – Pihak berwenang telah menghapus kritik dan secara mengenai penanganan kabut asap di tersebut. Sebelumnya, masyarakat telah melayangkan gugatan secara kepada China karena dinilai gagal mengatasi masalah polusi udara yang telah mencapai level parah.

Salah satu laporan yang dihapus Beijing adalah yang dimuat sebuah outlet yang berbasis di Shanghai, Pengpai atau thepaper.cn. ini melaporkan bahwa sekelompok pengacara telah mengajukan gugatan terhadap pemerintah China terkait polusi udara. Namun, laporan ini telah dihapus bersama dengan selusin laporan berita lainnya.

Sebuah posting gugatan kepada pemerintah juga ditulis oleh Li Zhongwei yang menyebut pemerintah lokal hampir tidak melakukan tindakan apa-apa untuk menanggulangi kabut asap. “Gugatan di microblogging Weibo. pos menyebutkan bahwa pemerintah tidak sadar untuk memenuhi kewajiban mereka guna mengendalikan polusi udara,” tulis Reuters.

Tetapi, seperti laporan berita Pengpai, surat pengacara tersebut juga menghilang dari pada Kamis (22/12) malam. Sebuah film dokumenter tentang polusi udara di China berjudul Under the Dome yang diproduksi mantan pembaca berita, Chai Jing, yang bekerja untuk sebuah stasiun televisi milik negara juga dihapus empat hari setelah dirilis secara online tahun lalu.

Perwakilan Greenpeace Asia Tenggara, Dong Liansai, mengatakan bahwa lingkungan di China telah memperjelas siapa yang harus bertanggung jawab untuk memperbaiki kondisi tersebut dan meningkatkan hukuman bagi pelanggar. “Tetapi, tingkat pencemaran udara saat ini masih di bawah standar pemerintah, meski perbaikan lebih lanjut tetap diperlukan,” katanya.

Sementara itu, Direktur Institute of Public & Environmental Affairs di Beijing, Ma Jun, menambahkan bahwa tantangan terbesar pemerintah adalah untuk mengungkapkan data emisi per jam dengan mengidentifikasi emitter utama di seluruh negeri. “Pengungkapan penuh adalah jauh lebih murah dibandingkan pengukuran tanda merah yang membawa dampak besar bagi ,” jelasnya.

Loading...