China dan Jepang Bersaing Garap Kereta Cepat Bangkok-Kuala Lumpur

dan berencana untuk memulai pembicaraan tentang pembangunan kereta api berkecepatan tinggi yang akan menghubungkan ibukota kedua negara dan meningkatkan konektivitas . Kabarnya, dan Jepang bakal bersaing untuk menggarap megaproyek sejauh 1.500 km yang menghubungkan Bangkok dengan tersebut.

Menteri Thailand, Arkhom Termpittayapaisiht, mengatakan bahwa dirinya berharap untuk bisa segera bertemu dengan Menteri Luar Negeri Malaysia. “Kami akan membahas bagaimana kami bisa ‘memperoleh’ negara-negara asing yang bakal terlibat dalam ini, China atau Jepang. Tetapi, tampaknya Malaysia lebih nyaman dengan China,” katanya.

Rute Bangkok-Kuala Lumpur merupakan rute yang merupakan bagian dari rencana jaringan kereta api pan- yang diusulkan oleh mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, pada tahun 1995 dalam pertemuan para pemimpin ASEAN. Idenya adalah untuk membangun jaringan kereta api yang berjalan dari Singapura, ke Kunming, melalui Malaysia, Thailand, Myanmar, Kamboja, Vietnam, dan Laos.

“Kota-kota di ASEAN harus dihubungkan dengan rel kecepatan tinggi,” tambah Arkhom. “Pasalnya, tidak seperti rute udara, koneksi kereta api bisa mempromosikan kota di sepanjang jalur yang dilalui kereta api tersebut.”

Mengenai keterlibatan negara asing, sulit untuk tidak menyebut China sebagai negara untuk menggarap proyek ini. Sebelumnya, China telah ikut terlibat dalam pembangunan jalur kereta api antara Kunming dengan ibukota Laos, Vientiane. Jalur ini nantinya juga akan menghubungkan Nong Khai di sisi Thailand yang berbatasan dengan Bangkok.

Sementara itu, Jepang ingin mengekspor kereta peluru -nya. yang sudah berjalan di Taiwan, juga sedang dalam proses penawaran yang ditandatangani di India dan Thailand. Sebelumnya, Jepang dan China sedang berlomba-lomba untuk membangun link Singapura-Kuala Lumpur, yang akan menjadi proyek kereta api pertama lintas batas kecepatan tinggi di Asia Tenggara.

“Sebagai rencana aksi primer, bahwa Thailand sedang mencari langkah untuk menggunakan kereta diesel yang berjalan antara kota Hat Yai di selatan Thailand dengan Kuala Lumpur tahun ini,” tambah Arkhom. “Pasalnya, kami hanya memiliki sumber daya yang terbatas.”

Loading...