China Balas Tarif AS, Rupiah Berakhir Melemah

Rupiah - news.okezone.comRupiah - news.okezone.com

tidak mampu keluar dari teritori merah hingga Rabu (19/9) sore seiring tensi perdagangan yang kian memanas karena China melakukan ‘serangan balasan’ terhadap yang dikenakan AS. Menurut paparan Index pukul 15.53 WIB, Garuda melemah 20 poin atau 0,13% ke level Rp14.875 per AS.

Sementara itu, siang tadi Bank Indonesia mematok kurs tengah berada di posisi Rp14.896 per dolar AS, menguat tipis 12 poin atau 0,08% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.908 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, uang Asia variatif terhadap greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,29% menghampiri rupee India dan pelemahan terdalam dialami dolar Hong Kong dan won Korea Selatan.

Dari pasar global, indeks dolar AS sebenarnya bergerak lebih rendah pada hari Rabu, setelah Beijing dikabarkan akan melakukan ‘serangan balasan’ dengan mengenakan tarif tambahan terhadap barang asal AS senilai 60 miliar dolar AS. Mata uang Paman Sam terpantau melemah tipis 0,057 poin atau 0,06% ke level 94,853 pada pukul 10.56 WIB, meski sebelumnya berakhir menguat.

Diberitakan Harian People, China menyatakan tidak takut terhadap ‘tindakan ekstrem’ AS dalam tensi perdagangan kedua negara, dan akan menggunakannya sebagai kesempatan untuk menggantikan produk impor dengan mempromosikan lokalisasi dan mempercepat pengembangan produk teknologi tinggi. Selain itu, Beijing juga bakal membalas dengan menambahkan produk-produk AS senilai 60 miliar dolar AS dalam produk yang terkena tarif impor.

“Untuk menghadapi perang dagang, apa yang harus dilakukan China adalah fokus untuk melakukan hal sendiri dengan baik,” tulis harian yang diterbitkan Partai Komunis yang berkuasa tersebut. “Kami tidak khawatir dengan tindakan perdagangan AS, tetapi akan menggunakannya sebagai kesempatan untuk menggantikan impor, mempromosikan lokalisasi, atau mengembangkan manufaktur maju berorientasi ekspor.”

China juga akan memberlakukan retribusi pada total 5.207 produk asal AS, mulai dari gas alam cair hingga jenis pesawat tertentu serta bubuk kakao dan sayuran beku, dengan tarif sebesar 5% dan 10% dari tarif sebelumnya yang diusulkan sebesar 5%, 10%, 20%, dan 25%. Sebelumnya, Negeri Panda juga telah membalas AS dengan menerapkan tarif impor barang Paman Sam senilai 50 miliar dolar AS.

Loading...